RSS
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

ARTHROPODA



• Ciri-ciri Phylum Arthropoda
-. Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen)
-. Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dari kitin
-. Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradaptasi untuk mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.
-. Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung) rongga tubuh
-. Sistempernafasan:
Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea
-. Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera
-. Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta) dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea
-. Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi
-. Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi kebanyakan internal (di dalam tubuh)
• Klasifikasi Arthtropoda
Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu:
1. Kelas Crustacea (golongan udang).
2. Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba).
3. Kelas Myriapoda (golongan luwing).
4. Kelas Insecta (serangga).
INSECTA
TERDAPAT 2 METAMORFOSIS, yaitu :
1. hemimetabola ( metamorfosis tidak sempurna )
Ordo : achiptera / isoptera
Contoh rayap
Ordo : orthoptera
Contoh : belalang, jengkrik
Ordo : odonata
Contoh : capung
Ordo : hemiptera
Contoh ; walang sangit
Ordo : homoptera
Contoh : wereng
2. holometabola ( metamorfosis sempurna )
Ordo : neuroptera
Contoh : undur-undur
Ordo : lepidoptera
Sub ordo rhopalocera : kupu-kupu
Sub ordo heterocera ; kupu-kupu ulat sutera
Ordo ; diptera
Contoh lalat
Ordo ; koleoptera
Contoh : kumbang kelapa
Ordo : siphonoptera
Contoh ; kutu kucing
Ordo : hymenoptera
Contoh : lebah madu
KLASIFIKASI ARTHROPODA
Terdapat empat kelas yaitu,
1. Crustacea
Tubuh : mempunyai rangka yang keras dan terdiri atas 2 bagian : kepala-dada dan perut
Kaki : 1 pasang pada setiap segmen tubuh
Sayap : tidak ada
Antena : 2 pasang
Organ pernapasan : insang atau permukaan tubuh
Tempat hidup : air tawar, air laut
2. Arachnida
Tubuh : Terdiri dari 2 bagian : kepala-dada dan perut
Kaki : 4 pasang pada kepala-dada
Sayap : tidak ada
Antena ; tidak ada
Organ pernapasan : paru-paru buku
Tempat hidup : di darat
3. Myriapoda
Tubuh : Chilopoda: kepala dan badan gepeng (dorso ventra)
Diplopoda : kepala dan badan silindris
Kaki : 1 pasang atau 2 pasang pada setiap ruas
Sayap : tidak ada
Antena : Chilopoda : 1 pasang dan panjang
Diplopoda : 1 pasang dan pendek
Organ pernapasan : trakea
Tempat hidup : di darat
4. Insecta
Tubuh : Terdiri atas kepala, dada dan abdomen (perut)
Kaki : 3 pasang pada dada atau tidak ada
Sayap : 2 pasang atau tidak ada
Antena ; 1 pasang
Organ pernapasan : trakea
Habitat ; di darat
 Ciri-ciri Insecta, antara lain: -
 Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut. -
 Kepala dengan:
a. Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba. b. Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit. -
 Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium) -
 Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.
 Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya
 Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.
 Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus.
 Sistem saraf tangga tali.
 Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.
 Sistem peredaran darah terbuka.
 Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.
 Tempat hidup di air tawar dan darat.
 Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dewasa.



1. Apterygota
Ordo Tysanura
Ciri-ciri :
• panjang 50 mm
• abdomen 11 segmen
• bersisik, warna putih
• terdapat stilus
• merusak buku
2. Pterygota
a. Eksopterygota
ordo : Orthoptera, Hemiptera, Homoptera dan Odonata
b. Endopterygota
ordo : Coleoptera, Hymenoptera, Diptera dan Lepidoptera
a. Eksopterygota
Ordo : Orthoptera
Ciri –ciri :
 Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.
 Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.
 Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur.
 Tipe mulutnya menggigit.
Contoh : Belalang (Dissostura sp), Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum), Belalang sembah (Stagmomantis sp), Kecoak (Blatta orientalis),Gangsir tanah (Gryllotalpa sp), Jangkrik (Gryllus sp)
Ordo : Hemiptera
Ciri-ciri Hemiptera :
- Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.
- Tipe mulut menusuk dan mengisap
- Metamorfosis tidak sempurna.
Contohnya :
- Walang sangit (Leptocorixa acuta)
- Kumbang coklat (Podops vermiculata)
- Kutu busuk (Eimex lectularius)
- Kepinding air (Lethoverus sp)
Ordo: Homoptera
Ciri-ciri Homoptera :
 Tipe mulut mengisap
 Mempunyai dua pasang sayap
 Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.
 Metamorfosis tidak sempurna.
Contohnya :
 Tonggeret (Dundubia manifera)
 Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
 Wereng coklat (Nilapervata lugens)
 Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
 Kutu daun (Aphid sp)
Ordo : Odonata
Ciri-ciri Ordo Odonata:
 Mempunyai dua pasang sayap
 Tipe mulut mengunyah
 Metamorfosis tidak sempurna
 Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
 Antenanya pendek
 Larva hidup di air
 Bersifat karnivora
Contohnya :
 Capung (Aeshna sp)
 Capung besar (Epiophlebia)
b. Endopterygota
Ordo : Coleoptera
Ciri-ciri ordo Coleoptera:
 Mempunyai dua pasang sayap.
 Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.
 Mengalami metamorfosis sempurna.
 Tipe mulut menggigit.
Contoh:
a. Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain.
b. Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
c. Kumbang beras (Calandra oryzae)
Ordo : Hymenoptera
Ciri-ciri ordo Hymenoptera:
 Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
 Tipe mulut menggigit.
Contoh:
 Lebah madu (Apis mellifera)
 Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah
Ordo : Diptera
Ciri-ciri ordo Diptera:
- Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.
- Mengalami metamorfosis sempurna.
- Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.
Contohnya:
- Lalat (Musca domestica)
- Nyamuk biasa (Culex natigans)
- Nyamuk Anopheles
Ordo : Lepidoptera
Ciri-ciri ordo Lepidoptera: -
 Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
 Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur – larva – kepompong (pupa) – imago
 Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: a. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar b. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
 Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.

Arachnida
Ciri-ciri Arachnida :
 Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina.
 Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.
 Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
 Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.
 Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.
 Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).
 Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.
 Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap serta memiliki kelenjar racun.
 Habitat (tempat hidup) di darat, pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasit.
Ordo : Scorpionida
ciri –ciri :
 perut berbuku-buku
 segmen terakhir menjadi alat sengat
 terdapat empat pasang kaki
 terdapat pediplpus
 sepasang kalisera
Contoh :
 Butuhus after
 Thelyphonus
Ordo : Arachnoidea
Ciri-ciri :
 Terdapat sefalotoraks
 Abdomen membulat dan tidak bersegmen
 Alat gerak kalisera
 Empat pasang kaki
 Terdapat spinneret
Contoh :
 Heteropoda venatoria
 Nephila maculate
Ordo : Acarina
Ciri-ciri :
 Abdomen bersatu dengan sefalotoraks
 Parasit
Contoh :
 Sarcoptes scabei
 Dermconter andersoni

Crustaceae
Ciri-ciri crustacea adalah sebagai berikut:
 Struktur Tubuh
1. Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut).
2. Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit.
3. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:
1) 2 pasang antena
2) 1 pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya
3) 1 pasang maksilla
4) 1 pasang maksilliped
 Sistem Organ
1) Sistem Pencernaan
Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior.
2) Sistem Saraf
Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali.
3) Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka.
4) Sistem Pernafasan
Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.
5) Alat Reproduksi
Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).
6) Isopoda, tubuhnya terdiri atas 20 segmen dan mempunyai kaki yang sama. Hidup di air tawar (parasit pada ikan) dan ada yang hidup pada katu-kayu kapal yang merugikan karena menggerek kayu. Misalnya : Oniscus asellus.
7) Stomatopoda, tubuhnya mirip dengan belalang, kaki yang berasal dari rahang panjang dan besar, serta insang terletak pada kaki badan belakang. Misalnya : Squilla empusa.
8) Decapoda, berkaki sepuluh dan mengandung arti ekonomi karena banyak peranannya bagi kehidupan. Misalnya, udang gajah (Macrobrachium rosonbergii), udang windu (Penaeua monodon ), udang satang (Birgus latro). Dan yuyu (Paratelpausa maculate ).
Myriapoda
Kelas Chilopoda
Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans.
Ciri-cirinya Chilopoda -
 Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 – 173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
 Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
 Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
 Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipede.
Kelas Diplopoda
Ciri-cirinya Diplopoda :
 Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
 Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.
 Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.
 Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
 Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
Peranan Arthropoda
a) Menguntungkan
 Sumber makanan
 Bahan industri
 Membantu bidang pertanian
 Keseimbangan ekologi
b) Merugikan
 Perantara penyakit pada manusia
 Penyakit pada hewan
 Hama tanaman
 Hama gudang
 Parasit
 Merusak bangunan

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Coelenterata (Hewan berongga)

                                              Coelenterata (Hewan berongga)
                       Berasal dari bahasa yunani “coelenteron=rongga” Memiliki rongga tubuh sbg alat pencernaan “gastrovaskuler” Memiliki sel penyengat di sekitar mulutnya (cnidoblas / nematokis) “Cnidaria=Penyengat” Simetri radial Bentuk polip (tabung) dan medusa(lonceng / payung) Sistem saraf terdapat pada mesoglea Merupakan hewan diploblastik Hewan bersel banyak (multiseluler)

-Reproduksi secara sexual dan asexual.
-Pencernaan secara ekstraseluler dan intraseluler.
-Hidup bebas heterotrof
-Lapisan luar /ektodermis=epidermis Lapisan daam/endodermis=gastrodermis
- Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), vegetatif pada fase polip dan generatif pada fase medusa

 Cara hidup & habitat
 - coelenterata hidup heterotrof dan memangsa plankton &; hewan kecil di air
- Habitatnya di air: laut (berkoloni/soliter ) & air tawar
 - mangsa yang menempel/mendekati tentakel dan terkena ke knidosit knidosit mengeluarkan racun untuk melumpuhkan mangsa dan di tangkap oleh tentakel.   Tentakel menggulung membawa ke mulut

 TIPE COELENTERATA
1. POLIP Umumnya hidup soliter (sendiri), tapi ada pula yang memben-tuk koloni. Melekat pada dasar perairan, tidak dapat bergerak bebas. Tubuh atas membesar, di alamnya terdapat rongga gastrovaskuler yang fungsinya sebagai usus. Di bagian atas terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa. Polip merupakan fase vegetatif pada coelenterata
2. MEDUSA Fase medusa merupakan fase generatif (seksual), dimana pada fase ini mengha-silkan sel telur dan sel sperma. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas di perairan. Bentuknya seperti payung dan punya tentakel yang melambai-lambai. Kita biasa menamakannya dengan ubur-ubur 

Klasifikasi Coelenterata
Dibagi menjadi 3 kelas:

1. Hydrozoa Ex: Hydra, Obelia HYDROZOA Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang bentuknya seperti ular. Umumnya hidup soliter atau berkoloni. Soliter berbentuk polip dan yang berkoloni berbentuk polip dan medusa. Contoh : Hydra, Obelia dan Physalia

2. Scyphozoa Ex: Aurelia aurita (ubur-ubur) Scyphozoa Berasal dari kata scyphos = mangkok Memiliki bentuk dominan medusa. Polip bagian atas akan membentuk medusa lalu lepas melayang di air. Medusa akan melakukan kawin dan membentuk planula sebagai calon polip. Contoh : Aurelia aurita (ubur-ubur)


 3. Anthozoa Ex: Metridium sp. (mawar laut), Fungia sp., Oculina, Meandrina, Epiactis Anthozoa Berasal dari kata anthos = bunga. Hidup di laut bentuk polip, tidak punya fase medusa.

Polip bereproduksi secara aseksual dengan tunas, pembelahan dan fragmentasi. Reproduksi seksual dengan fertilisasi yang menghasilkan zigot lalu menjadi planula. Contoh : ;Anemon laut : Metridium marginatum, Utricina crasicaris. <>Karang laut : Astrangia denae, Tubiphora musica Pencernaan makanan Coelenterata Pencernaan di dalam gastrosol disebut pencernaan ekstraseluler Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler

 REPRODUKSI COELENTERATA
 Ada 2 cara perkembangbiakan, yaitu : aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif)
 1. ASEKSUAL (VEGETATIF) Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki pada fase polip. Makin lama makin besar, lalu membentuk tentakel. Kuncup tumbuh disekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup baru. Semakin banyak lalu menjadi koloni
2. SEKSUAL (GENERATIF) Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang terjadi pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan ovarium dekat kaki. Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga menuju ovum. Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot. Mula-mula zigot tumbuh di ovarium hingga menjadi larva. Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan membentuk polip di dasar perairan.

 PERANAN COELENTERATA
1. Sebagai bahan makanan, contoh : ubur-ubur Anemon laut/mawar laut 

2. sebagai hiasan di bawah laut atau akuarium air laut. 
3. Terumbu karang yang bagus dan eksotik bisa menarik wisatawan berkunjung untuk wisata laut dengan menyelam, contoh : Taman Laut Bunaken 
4. Terumbu karang juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak ikan-ikan laut dan tempat berlindung satwa laut lainnya 
 5. Untuk melindungi pantai dari hantaman gelombang laut 
 6.Tempat berkembangbiak berbagai jenis ikan
 7. Ada yang dipakai sebagai perhiasan, misalnya akar bahar dan koral 
 8. Ada yang dipakai sebagai bahan kapur, misalnya batu karang 
 9. Sebagai taman laut untuk rekreasi

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tumbuhan paku (Pteridophyta) & TUMBUHAN BERBIJI (SPERMATOPHYTA)

                                          Tumbuhan paku (Pteridophyta)
Ciri-ciri tumbuhan paku :
1.Merupakan tumbuhan Berkormus (mempunyai akar , batang.  , daun sejati)
2.Memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem)
3.Tinggi dan bentuk tumbuhan paku bervariasi
4. Alat reproduksi aseksual berupa spora
 5. Alat reproduksi seksual berupa anteridium dan arkegonium
6. Spora dihasilkan oleh sporofil (daun fertil)
 7. Mengalami metagenesis (Fase sporofit lebih dominan dari fase gametofit)
 Tumbuhan paku memiliki daun muda menggulung Di permukaan bawah daun dewasa terdapat bintik coklat isebut sorus Di dalam sorus terdapat kumpulan kotak spora (sporangium) dan dilindungi oleh indusium

 Cara Hidup dan Habitat
 Tumbuhan paku merupakan tumbuhan fotoa-utotrof. Tumbuhan Paku ada yang hidup mengepung dia air (misalnya : Azolla Pinata dan Marsilea crenata). Namun, umunya tumbuhan paku adalah tumbuhan terestrial (tumbuhan darat).

  Reproduksi 
Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. Reproduksi vegetatif dengan spora haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. Jadi, tumbuhan paku merupakan tumbuhan dalam fase sporofit (penghasil spora). Reproduksi generatif terjadi melalui peleburan antara spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium. Jadi, protalium yang berbentuk talus merupakan fase gametofit (penghasil gamet). 

Struktur Tubuh Tumbuhan Paku 
Generasi Sporofit Secara umum telah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya. Tumbuhan paku sporofit memiliki sporangium yang menghasilkan spora. Memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem Spora yang dihasilkan akan tumbuh menjadi protalium 
 Struktur Tubuh Tumbuhan Paku Generasi Gametofit Hanya berukuran beberapa milimeter Gametofit berbentuk hati yang disebut protalus Ada gametofit tumbuhan paku yang tidak memiliki klorofil Gametofit memiliki alat reproduksi seksual 

 Klasifikasi tumbuhan paku 
Di tinjau dari macam spora yang dihasilkan tumbuhan paku 
1. Paku HOMOSPORA ( Isospora ) Paku yang menghasilkan satu jenis spora yang sama besar. Contoh : Paku kawat ( Lycopodium) 
2. Paku HETEROSPORA Menghasilkan dua jenis spora yang berbeda bentuk dan ukurannya, makrospora (gamet betina) , mikrospora (gamet jantan). Contoh paku rane (selaginella) 
3. Paku PERALIHAN menghasilkan dua jenis spora yang sama ukurannya serta di ketahui gamet jantan dan betinanya. Contoh paku ekor kuda (Equisetum) 

 KLASIFIKASI PTERIDOPHYTA (berdasarkan ciri tubuhnya) 
1. Lycopsida (paku kawat) 
Ciri-Ciri - Memiliki daun yang berukuran kecil (mikrofil) Spora dihasilkan oleh strobilus (kumpulan sporofil yang berbentuk kerucut) Pada selaginella, jenis spora yang dihasilkan ada 2 macam, yaitu mikrosporangium dan megasporangium Mikrospora akan berkembang menjadi gametofit jantan, sedang megaspora akan berkembang menjadi gametofit betina 
 2.. Pteridopsida (paku sejati)
 Ciri-Ciri : Telah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya Tempat tumbuh sebagian besar di darat Spora dihasilkan pada sporofil, terutama di bawah daunnya Daun mudanya tumbuh menggulung (circinatus) Contoh : Pteris, Adiantum cuneatum, Semanggi (Marsilea sp) dll 

 Manfaat Tumbuhan Paku 
 Biasanya digunakan untuk tanaman hias seperti paku tanduk rusa, suplir Beberapa ada yang dapat di makan sebagai sayur seperti semanggi (Marsilea Crenata) Pada Azolla pinnata, mampu bersimbiosis dengan Cyanobakteri sehingga dapat digunakan sebagai pupuk bernitrogen Paku rane (selaginella plana) digunakan sebagai obat penyembuh luka Sebagai salah satu bahan dalam membuat karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum . 


                                         TUMBUHAN BERBIJI (SPERMATOPHYTA) 
Ciri-ciri Spermatophyta 
Berukuran makroskopis dengan tinggi bervariasi Habitus tumbuhan bervariasi, terdiri dari pohon,perdu, dan semak Merupakan heterospora Spora dihasilkan melalui pembelahan meiosis Kebanyakan hidup di darat, dan ada yang terapung di air Terdiri dari tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup

 Klasifikasi tumbuhan biji 
 Tumbuhan berbiji di kelompokan menjadi 2 yaitu : 1. Tumbuhan biji terbuka ( Gimnospermae ) 2. Tumbuhan biji tertutup ( Angiospermae )

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LUMUT (BRYOPHYTA)

                                                          TUMBUHAN LUMUT
           Tumbuhan merupakan organisme yang bersifat eukariotik dengan dinding sel yang tersusun dari selulosa, memiliki klorofil, bersel banyak dapat berfotosintesis, dan memproduksi makanannya sendiri. Tumbuhan di bagi kedalam dua bagian, yaitu : 1. Tumbuhan berpembuluh 2. Tumbuhan tidak berpembuluh CIRI-CIRI

 1. UKURAN DAN BENTUK 
-lumut biasanya berukuran makroskopis dengan tinggi 1-2 cm
 -lumut mengalami pergantian generasi yaitu gametofit ( generasi yang menghasilkan sel kelamin / gamet dan sporofit (menghasilkan spora)
-Sel-sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa Lumut berukuran makroskopis dengan tinggi rata-rata 1-2 cm
-Tubuh lumut terdiri dari sel-sel yang memiliki kloroplas (pigmen hijau)
-Tidak memiliki akar, batang dan daun sejati (talus) Rizoid tampak seperti benang-benang, berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam-garam mineral (makanan) Sporofit menumpang pada tubuh gametofit Fotosintesis, multiseluler dan eukariotik Reproduksi seksual (gametofit) dan aseksual (sporofit)

2.Cara Hidup dan Habitat 
-Tumbuhan lumut mengambil makanan (Bahan anorganik) menggunakan rhizoid, dengan cara difusi. -Lumut mensintesis sendiri bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. -Lumut hidup pada tempat yang teduh, lembab, dan basah, seperti tanah, bebatuan dan pohon. -Kebanyakan hidup menempel pada batang pohon (epifit) atau menempel pada daun (epifit). -Merupakan tumbuhan darat sejati yang menyukai tempat yang lembab, kecuali Spaghnum sp (hidup di air). 

3. struktur dan fungsi 
 -tubuh lumut terdiri dari sel-sel yang memiliki kloroplas yang mengandung pigmen klorofil untuk fotosintesis - lumut berbentuk talus, dan disebut tumbuhan tidak berpembuluh

 4. Reproduksi
 Reproduksi lumut dilakukan dengan cara Metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara generasi gametofit (n) dengan generasi sporofit (2n). Generasi gametofit reproduk- sinya dengan cara seksual, se- dangkan generasi sporofit repro- duksinya dengan cara aseksual. Alat kelamin jantan adalah anteridium, menghasilkan spermatozoid. Alat kelamin betina adalah Arkegoniun, menghasilkan sel telur.
5. klasifikasi Tumbuhan Lumut 

 1. Kelas Polytrichopsida( Lumut Daun )
 Ciri –ciri bryopsida Tubuh lumut daun berupa tumbuhan kecil dengan bagian seperti akar (rizoid), batang (seta) dan daun Hidup berkelompok Sporofit lumut daun memiliki klorofil,sehingga bisa berfotosintesis Sporofit terdiri dari dua bagian yaitu kapsul dan seta (tangkai) tumbuh di tanah, tembok, dan tempat-tempat terbuka seperti beledu hijau

 2. Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati) 
Tubuhnya tersusun atas struktur berbentuk hati pipih yang disebut talus. Talus berbentuk lembaran dan tidak dapat dibedakan akar, batang dan daunnya Tumbuh dikotom (bercabang dua) 
Reproduksi secara : 
 a. aseksual, melalui pembentukkan gemma, fragmentasi dan spora
 b. seksual, melalui peleburan sel spermatozoid dengan sel ovum
 - hidup menempel di atas permukaan tanah yang lembab 

 6. Manfaat Tumbuhan Lumut 

Lumut memiliki manfaat bagi manusia jika sudah diketahui potensi yang dikandungnya. Lumut yang telah diketahui manfaatnya yaitu : Marchantia sebagai obat penyakit hepar Sphagnum sebagai bahan pembalut atau pengganti kapas Sphagnum jika ditambah ketanah dapat membantu penyerapan air dan menjaga kelembapan tanah

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS