RSS
Showing posts with label TUGAS. Show all posts
Showing posts with label TUGAS. Show all posts

Makalah profesi pendidikan

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga tugas makalah PSIKOLOGI PENDIDIKAN ini dapat terselesaikan dengan baik.
Kami menyelesaikan tugas ini bertujuan tidak hanya untuk memperoleh nilai, akan tetapi kami berharap apa yang terkandung di dalamnya bisa didiskusikan dan di bahas bersama.
Isi yang terkandung di dalamnya, membahas mengenai Peranan bimbingan konseling dalam membentuk pribadi siswa yang mandiri.
Makalah ini tentunya jauh lebih lengkap dan sempurna tanpa inisiatif para pembaca. Namun demikian, semoga apa yang terkandung di dalamnya bermanfaat bagi para pembaca sebagai bahan pembelajaran dan berfungsi sebagai penyusun pemandu bagi para pembaca.
Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini bisa di selesaikan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Terimakasih.


Bandung, 5 Agustus 2011

Penyusun




DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1
I.1 Latar belakang 1
I.2 Rumusan Masalah 1
I.3 Maksud dan Tujuan 1
I.4 Sistematika Penulisan 1
BAB II LANDASAN TEORI 3
BAB III PEMBAHASAN 4

BAB IV PENUTUP................................................................................................................................12
4.1 Kesimpulan……………………...…………………..............................................12
4.2 Saran……………….......…….……......................................................................12
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................13



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pendidikan merupakan komponen utama dalam menentukan tingkat kemajuan suatu bangsa. Pendidikan dapat mengarahkan kepada masa depan bangsa, baik ataupun buruk, itu ditentukan oleh pendidikan kita saat ini. Untuk mewujudkan pendidikan yang baik, maka dibutuhkan peran seorang guru yang berkualitas dan ahli dalam bidangnya. Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk yang lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal. Semua itu menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya, demikian peserta didik, ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal.
Maka dari itu, dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai peran guru dalam pembelajaran sebagai acuan untuk memahami sebuah profesi kependidikan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka persoalan mendasar yang hendak ditelaah dalam makalah ini adalah
a. Bagaimana hubungan peran guru dengan pembelajaran?
b. Peran-peran apa sajakah yang harus dimiliki oleh seorang guru?
1.3 Maksud dan Tujuan
Makalah ini berisi dan membahas mengenai peran guru di dalam pembelajaran untuk memahami profesi kependidikannya agar terciptanya pendidikan yang baik pada sekolah-sekolah yang akan menghasilkan siswa yang berkualitas.
1.4 Sistematika penulisan
Sistematika penulisan yang kami buat terdiri dari :
Kata pengantar;
Daftar isi;
Bab 1 pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, sistematika penulisan;
Bab 2 Landasan teori;
Bab 3 Pembahasan;
Bab 4 Penutup yang terdiri dari kritik dan saran;
Bab 5 Daftar pustaka;
Bab 6 Lampiran.

BAB II
LANDASAN TEORITIS/ TUJUAN PUSTAKA
Melalui pendidikan, peserta didik diarahkan untuk menjadi manusia yang berkualitas yang mampu menghadapi tantangan dan perubahan jaman. Ada tiga fungsi utama pendidikan dalam menyiapkan suberdaya manusia yang berkualitas, yaitu; mencerdaskan kehidupan bangsa, mempersiapkan tenaga kerja yang terdidik, terampil, ahli dan mandiri, serta mengembangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal. Sekolah diberikan tanggung jawab oleh masyarakat untuk merangsang pertumbuhan kepribadian dan kemampuan melalui berbagai kegiatan yang terencana dan mempunyai sasaran tertentu dan tujuan yang terinci. Lembaga pendidikan ini menuntut adanya tenaga pendidik yang terdidik khusus, yakni guru professional. Guru professional melaksanakan tugas dan kewajibannya merencanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu yakni sejumlah pengalaman belajar, memberikan mata pelajaran dan latihan menurut jenjang pendidikan dengan teknik dan metode yang dianggap efektif. Untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dibutuhkan bidang ilmu, keterampilan, hasil penelitian, aplikasi teori, dan latihan khusus. Pekerjaan itu dilaksanakan secara otonom, bertanggung jawab berkomitmen, dan diatur oleh kode etik serta diwadahi oleh organisasi profesi, sehingga mendapat pengakuan atau kepercayaan dari masyarakat.
Guru dijuluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena tugasnya yang mulia, kewajibannya berat, tanggung jawab besar dan pengabdiannya meyakinkan. Tujuan utama seorang guru adalah mendidik siswanya agar terjadi perubahan pola pikir dan perilaku sesuai dengan yang diharapkan sebagai hasilnya. Dalam melaksanakan tugasnya, guru dihadapkan pada berbagai pilihan, yakni cara bertindak yang paling tepat, bahkan belajar yang paing sesuai, metode penyajian yang paling efektif, alat bantu yang paling cocok, langkah-langkah yang paling efisien, sumber belajar yang paling lengkap, sistem evaluasi yang palign tepat dan sebagainya. Guru harus dapat menentukan pilihan dengan mempertimbangkan semua aspek yang relevan atau yang menunjang tercapainya tujuan.


BAB III
PEMBAHASAN
Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik mengajar, membimbing, mengarahkan melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah . Keberadaan guru di masyarakat sudah ada sejak jaman dulu. Sejak manusia paling awal diciptakan, yaitu Nabi Adam A.S. Guru Nabi Adam A.S. adalah guru dari segala guru, guru dari para penemu, guru dari makhluk paling soleh, yaitu Allah SWT. yang Maha Tahu. Dalam Al Quran diterangkan Allah SWT. yang mengajarkan pada Adam segala sesuatu tentang benda yang ada di dunia. Selanjutnya Nabi Adam mengajarkannya pada Siti Hawa, begitu seterusnya. Guru juga harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikan kemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini, guru harus kreatif, professional dan menyenangkan, dengan memposisikan diri sebagai :
1. Orang tua, yang penuh kasih saying pada peserta didiknya.
2. Teman, tempat mengadu dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik.
3. Fasilitator, yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya.
4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.
5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab.
6. Membiasakan peserta didik untuk saling berhubungan dengan orang lain secara wajar.
7. Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antar peserta didik, orang lain, dan lingkungannya.
8. Mengembangkan kreativitas.
9. Menjadi pembantu ketika diperlukan.
Dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk dapat membentuk kompetensi dan kualitas pribadi anak didiknya. Oleh karena itu, sebagai guru harus memahami dan memiliki peran-peran sebagai berikut :
A. Guru sebagai pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa dan disiplin.
Berkenaan dengan wibawa; guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, sosial, intelektual dalam pribadinya, serta memiliki kelebihan dan pemahaman ilmu pengetahuan, teknologi an seni sesuai dengan bidang yang dikembangkan. Sedangkan disiplin dimaksudkan bahwa guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten, atas kesadaran profesional karena mereka bertugas unutk mendisiplinkan peserta didik didalam sekolah, terutama dalam pembelajaran. Oleh karena itu menanamkan disiplin guru harus memulai dari dirinya sendiri, dalam berbagai tindakan dan perilakunya.

B. Guru sebagai Pengajar
Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi standar yang dipelajari.
Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan materi pelajaran menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan dalam belajar. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi menimbulkan banyak buku dengan harga relatif murah, kecuali atas ulah guru.
Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik, rasa aman, dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Apabila faktor tersebut dipenuhi, maka pembelajaran akan berlangsung dengan baik. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran yaitu :
1. Membuat ilustrasi
2. Mendefinisikan
3. Menganalisis
4. Mensintesis
5. Bertanya
6. Merespon
7. Mendengarkan
8. Menciptakan kepercayaan
9. Memberikan pandangan yang bervariasi
10. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar
11. Menyesuaikan metode pembelajaran
12. Memberikan nada perasaan
C. Guru sebagai pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab ata kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral, dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
Guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan peranya sebagai pembimbing yaitu :
1. Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Tugas guru adalah menetapkan apa yang telah dimiliki peserta didik sehubungan dengan latar belakang dan kemampuannya, serta kompetensi apa yang mereka diperlukan untuk dipelajari dalam mencapai tujuan. Untuk merumuskan tujuan, guru perlu melihat dan memahami seluruh aspek perjalanan.
2. Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis.
3. Guru harus memaknai kegiatan belajar. Hal ini mungkin merupakan tugas yang paling sukar tetapi penting, karena guru harus memberikan kehidupan dan arti
terhadap kegiatan belajar mengajar.
4. Guru harus melaksanakan penilaian. Penilaian yang dilakukan harus mencakup
selurus proses kegiatan belajar mengajar.


D. Guru sebagai pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampila, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Hal ini lebih ditekankan lagi dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi, karena tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar, dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar.
Pelatihan yang dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus memperhatikan perbedaan individual peserta didik, dan lingkungannya. Untuk itu, guru harus banyak tahu meskipun tidak mencakup semua hal, dan tidak setiap hal secara sempurna, karena hal itu tidaklah mungkin.
Pelaksanaan fungsi guru sebagai pelatiah tidak harus mengalahkan fungsi lain, ia tetap sadar bahwa walaupun tahu, tidak harus memberitahukan semua yang diketahuinya. Secara didaktis, guru menciptakan situasi agar peserta didik berusaha menemukan sendiri apa yang diketahui.
E. Guru Sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
F. Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan diterima oleh peserta didik. Sebagai jembatan antara generasi tua dan genearasi muda, yang juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi pribadi yang terdidik.
G. Guru Sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru : Sikap dasar, Bicara dan gaya bicara, Kebiasaan bekerja, Sikap melalui pengalaman dan kesalahan, Pakaian, Hubungan kemanusiaan, Proses berfikir, Perilaku neurotis, Selera, Keputusan, Kesehatan, Gaya hidup secara umum. Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik, tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Guru yang baik adalah yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya, kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
H. Guru Sebagai Pribadi
Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka dengan cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat terganggunya proses pendidikan bagi peserta didik. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.


I. Guru Sebagai Pekerja Rutin
Guru bekerja dengan keterampilan dan kebiasaan tertentu, serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua peranannya.
J. Guru Sebagai Pemindah Kemah
Hidup ini selalu berubah dan guru adalah seorang pemindah kemah, yang suka memindah-mindahkan dan membantu peserta didik dalam meninggalkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bisa mereka alami. Guru berusaha keras untuk mengetahui masalah peserta didik, kepercayaan dan kebiasaan yang menghalangi kemajuan serta membantu menjauhi dan meninggalkannya untuk mendapatkan cara-cara baru yang lebih sesuai. Guru harus memahami hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi peserta didiknya.
K. Guru Sebagai Pembawa Cerita
Sudah menjadi sifat manusia untuk mengenal diri dan menanyakan keberadaannya serta bagaimana berhubungan dengan keberadaannya itu. Tidak mungkin bagi manusia hanya muncul dalam lingkungannya dan berhubungan dengan lingkungan, tanpa mengetahui asal usulnya. Semua itu diperoleh melalui cerita. Guru tidak takut menjadi alat untuk menyampaikan cerita-cerita tentang kehidupan, karena ia tahu sepenuhnya bahwa cerita itu sangat bermanfaat bagi manusia. Cerita adalah cermin yang bagus dan merupakan tongkat pengukur. Dengan cerita manusia bisa mengamati bagaimana memecahkan masalah yang sama dengan yang dihadapinya, menemukan gagasan dan kehidupan yang nampak diperlukan oleh manusia lain, yang bisa disesuaikan dengan kehidupan mereka. Guru berusaha mencari cerita untuk membangkitkan gagasan kehidupan di masa mendatang.
L. Guru Sebagai Aktor
Sebagai seorang aktor, guru melakukan penelitian tidak terbatas pada materi yang harus ditransferkan, melainkan juga tentang kepribadian manusia sehingga mampu memahami respon-respon pendengarnya, dan merencanakan kembali pekerjaannya sehingga dapat dikontrol. Sebagai aktor, guru berangkat dengan jiwa pengabdian dan inspirasi yang dalam yang akan mengarahkan kegiatannya. Tahun demi tahun sang actor berusaha mengurangi respon bosan dan berusaha meningkatkan minat para pendengar.
M. Guru Sebagai Emansipator
Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insane dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri.
N. Guru Sebagai Evaluator
Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
O. Guru Sebagai Pengawet
Salah satu tugas guru adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya, karena hasil karya manusia terdahulu masih banyak yang bermakna bagi kehidupan manusia sekarang maupun di masa depan. Sarana pengawet terhadap apa yang telah dicapai manusia terdahulu adalah kurikulum. Guru juga harus mempunyai sikap positif terhadap apa yang akan diawetkan.
P. Guru Sebagai Kulminator
Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator. Guru sejatinya adalah seorang pribadi yang harus serba bisa dan serba tahu. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak didik.
Begitu banyak peran yang harus diemban oleh seorang guru. Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru hendaknya tidak menjadikan calon guru mundur dari tugas mulia tersebut. Peran-peran tersebut harus menjadi tantangan dan motivasi bagi calon guru. Dia harus menyadari bahwa di masyarakat harus ada yang menjalani peran guru. Bila tidak, maka suatu masyarakat tidak akan terbangun dengan utuh. Penuh ketimpangan dan akhirnya masyarakat tersebut bergerak menuju kehancuran. (Bahan dirangkum dari berbagai sumber).

BAB IV
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Seorang guru yang profesional harus memahami dan memiliki peran-peran guru pada proses pembelajaran dikelas dengan baik yaitu diantaranya sebagai berikut :
a. Guru sebagai pendidik b. Guru sebagai Pengajar
c. Guru sebagai pembimbing d. Guru sebagai pelatih
e. Guru Sebagai Penasehat f. Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
g. Guru Sebagai Model dan Teladan h. Guru Sebagai Model dan Teladan
i. Guru Sebagai Pekerja Rutin j. Guru Sebagai Pemindah Kemah
k. Guru Sebagai Pembawa Cerita l. Guru Sebagai Aktor
m. Guru Sebagai Emansipator n. Guru Sebagai Evaluator
o. Guru Sebagai Pengawet p. Guru Sebagai Kulminator

3.2 SARAN
Alhamdullah makalah kami telah selesai dengan baik dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya. Serta mohon saran dan kritiknya apabila ada kesalahan pada makalah ini.






DAFTAR PUSTAKA
http://www.tugaskuliah.info/2010/05/contoh-makalah-pendidikan-peran-guru.htmlhttp://www.masbied.com/2010/11/21/tanggung-jawab-guru/#more-3790
http://yatun.wordpress.com/2008/06/06/peran-guru-dalam-pembelajaran/
http://www.definisionline.com/2010/04/pengertian-guru.html


Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ORGANEL SEL

A. MEMBRAN SEL
1. STRUKTUR MEMBRAN SEL
Sel memiliki sistem penyimpanan materi di dalam sel yang serupa dengan suatu kontainer yang berupa membran plasma, suatu lapisan tipis yang tidak dapat diamati dengan mkikroskop cahaya. Membran plasma ini memisahkan isi sel dari lingkungannya. Isi sel (cairan intra sel) berbeda dari lingkungan luarnya, misalnya dalam hal kandungan ion.
Sistem kompartementasi dapat terjadi karena adanya sistem membran plasma (membran sel) yang mampu mencegah proses difusi atau perpindahan molekul- molekul tertentu dari dalam ke luar atau sebaliknya dari luar ke dalam sistem membran. Kompartementasi ini memungkinkan masing-masing organel mempunyai fungsi khusus.
Semua membran sel secara umum tersusun oleh lipid dan protein, disamping juga karbohidrat dan memiliki struktur umum yang sama. Lipid, protein dan karbohidrat tersebut secara bersama menyusun membran plasma atau membran internal.
A. Lipida Membran
Lima puluh persen (50 %) dari komponen membran plasma adalah molekul lipid yang tidak larut dalam air, dan sangat mudah larut dalam pelarut organik, sedang sisa dari komponen tersebut sebagian besar adalah protein. Molekul-molekul lipid tersusun secara teratur sebagai dua lapisan lemak (lipida bilayer) setebal 5 nm. Lipid bilayer ini merupakan barrier yang semipermiabel untuk berbagai molekul yang larut dalam air.











Ada tiga macam molekul lipid yang terdapat pada lipid membran yaitu phospolipid (yang terbanyak), cholesterol, dan glicolipid. Ketiga jenis lemak tersebut bersifatamphipatic atauamphipilic, yang berarti mempunyai dua sifat yaitu bersifat hidrophilic (senang pada air/polar) dan hidrophobic (tidak senang air/non-polar). Sebagai contoh, phospolipid molekul mempunyai gugus kepala hidrophilic yang sifatnya non-polar yang dinamakan hidrophobic hidrocarbon tail. Sebagian phospolipid dan glikolipid membentuk bilayer secara spontan apabila berada dalam lingkungan air. Sifat inilah yang menyebabkan membran sel dapat menutup kembali secara spontan apabila robek atau rusak. Sedangkan sifat penting lainnya dari membran plasma adalah fluiditasnya, oleh karena sifat ini sangat menentukan fungsi dari membran plasma.Fluiditas Lipida blayer dan kolesterol
Keenceran lipid bilayer ditentukan oleh komposisinya yaitu macam asam lemak (jenuh dan tidak jenuh) dan kolesterol. Makin banyak kandungan asam lemak tidak jenuh menyebabkan lapisan lipida makin encer. Membran plasma dapat mengalami perubahan fisika kimia (transisi fase) yaitu dari fase encer (liquid state) menjadi fase seperti agar (gel state). Jika membran banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, perubahan fase encer menjadi fase gel lebih sukar terjadi, artinya untuk terjadinya perubahan fase memerlukan suhu yang lebih rendah.
B. Protein Membran

Walaupun struktur dasar dari membran adalah molekul lipid, namun fungsi fisiologis dan patologis dari membran disebabkan oleh adanya protein yang tertanam dalam lipid bilayer tersebut.a. Difusi
Difusi dapat diartikan perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah (hipotenis). Dengan kata lain setiap zat akan berdifusi menuruni gradien konsentrasinya. Hasil dari difusi adalah konsentrasi yang sama antara larutan tersebut dinamakan isotonis.
Kecepatan zat berdifusi melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan, dan daya larut dalam lemak (lipid). Membran sel kurang permeabel terhadap ion-ion (Na+, Cl–, K+) dibandingkan dengan molekul kecil yang tidak bermuatan. Dalam keadaan yang sama molekul kecil lebih cepat berdifusi melalui membran sel daripada molekul besar. Molekul-molekul yang bersifat hidrofobik dapat bergerak dengan mudah melalui membran daripada molekul-molekul hidrofolik. Molekul-molekul yang besar dan ion dapat bergerak melalui membran.
b. Difusi terfasilitasi
Difusi terfasilitasi melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati membran dengan bantuan protein transpor. Protein transpor merupakan protein khusus yang menyediakan suatu ikatan ???? sik bagi molekul yang sedang bergerak. Protein transpor juga merentangkan membran sel sehingga menyediakan suatu mekanisme untuk pergerakan molekul. Difusi terfasilitasi juga merupakan transpor pasif karena hanya mempercepat proses difusi dan tidak merubah arah gradien konsentrasi.
c. Osmosis
Osmosis merupakan difusi air melalui selaput semipermeabel. Air akan bergerak dari daerah yang mempunyai konsentrasi larutan rendah ke daerah yang mempunyai konsentrasi larutan tinggi. Tekanan osmosis dapat diukur dengan suatu alat yang disebut osmometer. Air akan bergerak dari daerah dengan tekanan osmosis rendah ke daerah dengan tekanan osmosis tinggi. Sel akan mengerut jika berada pada lingkungan yang mempunyai konsentrasi larutan lebih tinggi. Hal ini terjadi karena air akan keluar meninggalkan sel secara osmosis. Sebaliknya jika sel berada pada lingkungan yang hipotonis (konsentrasi rendah) sel akan banyak menyerap air, karenaair berosmosis dari lingkungan ke dalam sel.

. Transpor Aktif
Pada transpor aktif diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif sangat diperlukan untuk memelihara keseimbangan molekul-molekul di dalam sel. Sumber energi untuk transpor aktif adalah ATP (adenosin trifosfat).
Transpor aktif primer dan sekunder
Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP, sedangkan transpor aktif sekunder memerlukan transpor yang tergantung pada potensial membran. Kedua jenis transpor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktif primer akan menciptakan potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.
Transpor aktif primer dicontohkan pada keberadaan ion K+ dan Na+ dalam membran. Kebanyakan sel memelihara konsentrasi K+ lebih tinggi di dalam sel daripada di luar sel. Sementara konsentrasi Na+ di dalam sel lebih kecil daripada di luar sel. Transpor aktif sekunder dicontohkan pada asam amino dan glukosa dengan molekul pengangkutannya berupa protein transpor khusus. Pengangkutan tersebut bersama dengan pengangkutan Na+ untuk berdifusi ke dalam sel. Pengangkutan Na+ adalah transpor aktif primer yang memungkinkan terjadinya pontensial membran, sehingga asam amino dan glukosa dapat masuk ke dalam sel.
. Transpor Aktif
Pada transpor aktif diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif sangat diperlukan untuk memelihara keseimbangan molekul-molekul di dalam sel. Sumber energi untuk transpor aktif adalah ATP (adenosin trifosfat).
Transpor aktif primer dan sekunder
Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP, sedangkan transpor aktif sekunder memerlukan transpor yang tergantung pada potensial membran. Kedua jenis transpor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktif primer akan menciptakan potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.
Transpor aktif primer dicontohkan pada keberadaan ion K+ dan Na+ dalam membran. Kebanyakan sel memelihara konsentrasi K+ lebih tinggi di dalam sel daripada di luar sel. Sementara konsentrasi Na+ di dalam sel lebih kecil daripada di luar sel. Transpor aktif sekunder dicontohkan pada asam amino dan glukosa dengan molekul pengangkutannya berupa protein transpor khusus. Pengangkutan tersebut bersama dengan pengangkutan Na+ untuk berdifusi ke dalam sel. Pengangkutan Na+ adalah transpor aktif primer yang memungkinkan terjadinya pontensial membran, sehingga asam amino dan glukosa dapat masuk ke dalam sel.
3.Endositosis dan Eksositosis
Molekul besar, seperti protein dan polisakarida, umumnya melintasi membran dengan mekanisme yang berbeda yang melibatkan vesikula. Sel mensekresikan makromolekul dengan cara menggabungkan vasikula dengan membran plasma, hal ini biasa disebut dengan eksositosis. Banyak sel sekretori menggunakan eksositosis untuk mengirim keluar produk-produk mereka. Misalnya sel tertentu dalam pankreas menghasilkan hormon insulin dan mensekresikan ke dalam darah melalui eksositosis. Contoh lain ialah neuron, yang menggunakan eksositosis untuk melepaskan sinyal kimiawi yang merangsang neuron lain atau sel otot.
Pada endositosis, sel memasukkan makromolekul dan materi yang sangat kecil dengan cara membentuk vesikula baru dari membran plasma. Langkah-langkahnya pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis. Sebagian kecil luas membran plasma terbenam ke dalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong terjepit, membentuk vesikula yang berisi materi yang telah terdapat diluar selnya.
Terdapat tiga jenis endositosis yaitu :
1. Fagositosis (pemakan seluler), sel menelan suatu partikel dengan pseudopod yang membalut disekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk digolongkan sebagai vakuola.
2. Pinositosis (peminum seluler), sel “meneguk” tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinosistosis tidak spesifik dalam substansi yang ditranspornya.
3. Endositosis yang diperantarai reseptor, hampir sama dengan pinositosis hanya saja, selektif terhadap substansi yang ditranspornya. Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat meperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida seluler. Misalnya, sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis steroid lainnya.

4. FUNGSI MEMBRAN SEL
• Sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar, seperti hormon dan bahan kimia lain, baik dari lingkungan luar maupun dari bagian lain dalam organisme itu sendiri.
• Melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
• Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel. Hal inilah yang menyebabkan membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel).
• Sebagai tempat terjadinya kegiatan biokimiawi, seperti reaksi oksidasi dan respirasi.
B. RETIKULUM ENDOPLASMA
Retikulum Endoplasma (RE, atau endoplasmic reticula) adalah organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik.

Retikulum Endoplasma merupakan bagian sel yang terdiri atas sistem membran. Di sekitar Retikulum Endoplasma adalah bagian sitoplasma yang disebut sitosol. Retikulum Endoplasma sendiri terdiri atas ruangan-ruangan kosong yang ditutupi dengan membran dengan ketebalan 4 nm (nanometer, 10-9 meter). Membran ini berhubungan langsung dengan selimut nukleus atau nuclear envelope. Membran Retikulum Endoplasma merupakan kelanjutan dari membran nukleus hingga ke membran plasma.
Jadi, RE merupakan saluran penghubung antara nukleus dengan bagian luar sel.
Pada bagian-bagian Retikulum Endoplasma tertentu, terdapat ribuan ribosom atau ribosome. Ribosom merupakan tempat dimana proses pembentukan protein terjadi di dalam sel. Bagian ini disebut dengan Retikulum Endoplasma Kasar atau Rough Endoplasmic Reticulum. Kegunaan daripada Retikulum Endoplasma Kasar adalah untuk mengisolir dan membawa protein tersebut ke bagian-bagian sel lainnya. Kebanyakan protein tersebut tidak diperlukan sel dalam jumlah banyak dan biasanya akan dikeluarkan dari sel. Contoh protein tersebut adalah enzim dan hormon.
Sedangkan bagian-bagian Retikulum Endoplasma yang tidak diselimuti oleh ribosom disebut Retikulum Endoplasma Halus atau Smooth Endoplasmic Reticulum. Kegunaannya adalah untuk membentuk lemak dan steroid. Sel-sel yang sebagian besar terdiri dari Retikulum Endoplasma Halus terdapat di beberapa organ seperti hati.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Pengertian lain menyebutkan bahwa RE sebagai perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam sitoplsma.Lubang/saluran tersebut berfungsi membantu gerakan substansi-substansi dari satu bagian sel ke bagian sel lainnya.
Ada tiga jenis retikulum endoplasma:
RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.
RE halus berfungsi dalam berbagai macam proses metabolisme, termasuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan menawarkan obat dan racun.
"RE berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri"
Jaring-jaring endoplasma adalah jaringan keping kecil-kecil yang tersebar bebas di antara selaput selaput di seluruh sitoplasma dan membentuk saluran pengangkut bahan. Jaring-jaring ini biasanya berhubungan dengan ribosom (titik-titik merah) yang terdiri dari protein dan asam nukleat, atau RNA. Partikel-partikel tadi mensintesis protein serta menerima perintah melalui RNA tersebut.

Jadi fungsi RE adalah mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetic antara inti sel dengan sitoplasma.



Fungsi Retikulum Endoplasma :
• Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel.
(RE kasar)
• Mensintesis lemak dan kolesterol
(RE kasar dan RE halus)
• Menetralkan racun (detoksifikasi) misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.
• Transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar dan RE halus)
C. RIBOSOM

Ribosom berupa organel kecil berdiameter antara 17-20 µm yang tersusun oleh RNA robosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup. Ribosom merupakan tempat sel membuat atau mensintesisi protein. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Misal, sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas.
Ribosom ada yang terdapat bebas di sitoplasma atau melekat pada retikulum endoplasma, yang disebut RE kasar. Tiap ribosom terdiri dari 2 sub unit yang berbeda ukuran. Dua sub unit ini saling berhubungan dalam suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesum.
Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom). Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran, untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.
Ribosom bebas maupun terikat secara struktural identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu metabolismenya berubah.

D. BADAN GOLGI


Gbr. Badan Golgi di dalam Sel
Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.
Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.

Mikrograf badan Golgi, terlihat sebagai tumpukan cincin setengah lingkaran berwarna hitam di bagian bawah gambar. Sejumlah vesikel bulat terlihat di sekitar organel ini.
Struktur badan Golgi berupa berkas kantung berbentuk cakram yang bercabang menjadi serangkaian pembuluh yang sangat kecil di ujungnya. Karena hubungannya dengan fungsi pengeluaran sel amat erat, pembuluh mengumpulkan dan membungkus karbohidrat serta zat-zat lain untuk diangkut ke permukaan sel. Pembuluh itu juga menyumbang bahan bagi pembentukan dinding sel.
Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk tubulus dan juga vesikula. Dari tubulus dilepaskan kantung-kantung kecil yang berisi bahan-bahan yang diperlukan seperti enzim–enzim pembentuk dinding sel.
Badan Golgi merupakan bagian sel yang hampir serupa dengan Retikulum Endoplasma. Hanya saja, Badan Golgi terdiri dari berlapis-lapis ruangan yang juga ditutupi oleh membran. Badan Golgi mempunyai 2 bagian, yaitu bagian cis dan bagian trans. Bagian cis menerima vesikel-vesikel [vesicle] yang pada umumnya berasal dari Retikulum Endoplasma Kasar. Vesikel ini akan diserap ke ruangan-ruangan di dalam Badan Golgi dan isi dari vesikel tersebut akan diproses sedemikian rupa untuk penyempurnaan dan lain sebagainya. Ruangan-ruangan tersebut akan bergerak dari bagian cis menuju bagian trans. Di bagian inilah ruangan-ruangan tersebut akan memecahkan dirinya dan membentuk vesikel, dan siap untuk disalurkan ke bagian-bagian sel yang lain atau ke luar sel.

Skema transpor di dalam badan Golgi. 1. Vesikel retikulum endoplasma, 2. Vesikel eksositosis, 3. Sisterna, 4. Membran sel, 5. Vesikel sekresi.

Fungsi badan golgi:
1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat untuk memodifikasi protein
6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk membentuk lisosom

Gbr. Struktur Badan Golgi

E. LISOSOM
Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma = tubuh. Lisosom merupakan kantong yang berbentuk agak bulat dikelilingi membran tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makromolekul. Lisosom berisi enzim yang dapat memecahkan (mencerna) polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat, dan protein. Enzim itu dinamakan lisozim. Lisosom berperan dalam pencernaan intra sel, misalnya pada protozoa atau sel darah putih, juga dalam autofagus.
Pada amoeba dan banyak protista lain makan dengan jalan menelan organisme atau partikel makanan lain yang lebih kecil, suatu proses yang disebut fagositosis (berasal dari bahasa Yunani, phagein yang berarti “memakan” dan kytos yang berarti wadah. Wadah disini yang dimaksud adalah sel). Sebagian sel manusia juga melakukan fagositosis, diantaranya adalah makrofage, sel membantu mempertahankan tubuh dengan merusak bakteri dan penyerang lainnya.
Perusakan sel terprogram oleh enzim lisosomnya sendiri penting dalam perkembangan organisme. Misal, pada waktu kecebong berubah menjadi katak, ekornya diserap secara bertahap. Sel-sel ekor yang kaya akan lisosom mati dan hasil penghancuran digunakan di dalam pertumbuhan sel-sel baru yang berkembang. Pada perkembangan tangan embrio manusia yang semula berselaput hingga lisosom mencerna jaringan diantara jari-jari tangan tersebut sehingga terbentuk jari yang terpisah seperti yang kita punyai sekarang.
Berbagai kelainan turunan yang disebut sebagai penyakit penyimpangan lisosom (lysosomal storage disease) mempengaruhi metabolism lisosom. Seseorang yang ditimpa penyakit penyimpangan ini kekurangan salah satu enzim hidrilitik aktif yang secara normal ada dalam lisosom. Lisosom melahap substat yang tidak tercerna yang mulai mengganggu fungsi seluler lainnya. Pada penyakit Pompe misalnya, hati dirusak oleh akumulasi glikogenakibat ketiadaan enzil lisosomyang dibutuhkan untuk memecah polisakarida. Pada penyakit Tay-Sachs, enzim pencerna lipid hilang atau inaktif, dan otak dirusak oleh akumulasi lipid dalam sel. Untunglah penyakit penyimpangan ini jarang ada pada populasi umum. Pada masa mendatang mungkin kita dapat mengobati penyakit penyimpangan ini dengan menyuntikkan enzim yang hilang bersama dengan molekul adaptor yang menargetkan enzim-enzim untuk penelanan oleh sel dan penggabungan dengan lisosom.

Pembentukan Lisosom
Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian masuk ke dalam RE. Dari RE enzim dimasukkan ke dalam membran kemudian dikeluarkan ke sitoplasma menjadi lisosom. Selain ini ada juga enzim yang dimasukkan terlebih dahulu ke dalam golgi. Oleh golgi, enzim itu dibungkus membran kemudian dilepaskan di dalam sitoplasma. Jadi proses pembentukan lisosom ada dua macam, pertama dibentuk langsung oleh RE dan kedua oleh golgi.


Gbr. Lisosom, tampak pada sel
F. MITOKONDRIA
Mitokondria, kondriosom (bahasa Inggris: chondriosome, mitochondrion, plural:mitochondria) adalah organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup, selain fungsi selular lain, seperti produksi energi, metabolisme asam lemak, biosintesis pirimidina, homeostasis kalsium dan transduksi sinyal selular.
Mitokondria merupakan organel yang paling penting karena di sinilah respirasi yang merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup, dihasilkan dalam bentuk adenosina trifosfat. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.
Mitokondria merupakan penghasil energi karena berfungsi untuk respirasi. Ada yang bulat, oval, silindris, seperti gada, seperti raket, dan ada pula yang bentuknya tidak beraturan. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis, aetinya bentuknya mudah berubah. Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5-1 µm dan panjangnya 3-10 µm.
Penyebaran dan jumlah mitokondria di dalam sel tidak sama. Pada sel sperma, mitokondria tampak berderet-deret pada bagian ekor yang digunakan untuk bergerak.
Mitokondria memiliki dua membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Struktur membran luar mirip dengan membran plasma. Pada membran dalam terjadi pelekukan kearah dalam membentuk krista. Dengan adanya krista ini, permukaan membran dalam menjadi semakin luas sehingga proses respirasi sel semakin efektif. Proses respirasi berlangsung pada membran dalam mitokondria (pada krista) dan matriks. Matriks adalah cairan yang berada di dalam mitokondria dan bersifat sebagai gel. Matriks tersusun atas air, protein, enzim pernapasan, garam, DNA, dan ion-ion. Enzim-enzim pernapasan itu sangat penting bagi proses pembentukan ATP. Reaksi pernapasan yang berlangsung di dalam mitokondria adalah reaksi Dekarbosilasi oksidatif, daur krebs, dan transfer elektron.

Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu lapisan membran luar dan lapisan membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering disebut dengan cristae. Di dalam Mitokondria terdapat 'ruangan' yang disebut matriks, dimana beberapa mineral dapat ditemukan. Sel yang mempunyai banyak Mitokondria dapat dijumpai di jantung, hati, dan otot.
Keberadaan mitokondria didukung oleh hipotesis endosimbiosis yang mengatakan bahwa pada tahap awal evolusi sel eukariota bersimbiosis dengan prokariota (bakteri) . Kemudian keduanya mengembangkan hubungan simbiosis dan membentuk organel sel yang pertama. Adanya DNA pada mitokondria menunjukkan bahwa dahulu mitokondria merupakan entitas yang terpisah dari sel inangnya. Hipotesis ini ditunjang oleh beberapa kemiripan antara mitokondria dan bakteri. Ukuran mitokondria menyerupai ukuran bakteri, dan keduanya bereproduksi dengan cara membelah diri menjadi dua. Hal yang utama adalah keduanya memiliki DNA berbentuk lingkar. Oleh karena itu, mitokondria memiliki sistem genetik sendiri yang berbeda dengan sistem genetik inti. Selain itu, ribosom dan rRNA mitokondria lebih mirip dengan yang dimiliki bakteri dibandingkan dengan yang dikode oleh inti sel eukariot.
Secara garis besar, tahap respirasi pada tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama, yang dikenal sebagai daur atau siklus Krebs.

Struktur umum suatu mitokondria
Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].
Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan asetil-KoA.
Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium.
Peran utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2¬ menjadi CO2 dan air. Energi yang dihasilkan sangat efisien yaitu sekitar tiga puluh molekul ATP yang diproduksi untuk setiap molekul glukosa yang dioksidasi, sedangkan dalam proses glikolisis hanya dihasilkan dua molekul ATP. Proses pembentukan energi atau dikenal sebagai fosforilasi oksidatif terdiri atas lima tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan kompleks enzim yang terdapat pada membran bagian dalam mitokondria. Proses pembentukan ATP melibatkan proses transpor elektron dengan bantuan empat kompleks enzim, yang terdiri dari kompleks I (NADH dehidrogenase), kompleks II (suksinat dehidrogenase), kompleks III (koenzim Q – sitokrom C reduktase), kompleks IV (sitokrom oksidase), dan juga dengan bantuan FoF1 ATP Sintase dan Adenine Nucleotide Translocator (ANT).
Mitokondria dapat melakukan replikasi secara mandiri (self replicating) seperti sel bakteri. Replikasi terjadi apabila mitokondria ini menjadi terlalu besar sehingga melakukan pemecahan (fission). Pada awalnya sebelum mitokondria bereplikasi, terlebih dahulu dilakukan replikasi DNA mitokondria. Proses ini dimulai dari pembelahan pada bagian dalam yang kemudian diikuti pembelahan pada bagian luar. Proses ini melibatkan pengkerutan bagian dalam dan kemudian bagian luar membran seperti ada yang menjepit mitokondria. Kemudian akan terjadi pemisahan dua bagian mitokondria.
G. KLOROPLAS
Kloroplas atau Chloroplast adalah plastid yang mengandung klorofil. Di dalam kloroplas berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastid. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Kloroplas matang pada beberapa ganggang , biofita dan likopoda dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Secara khas kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yang menyalkuti stroma homogen, di sinilah berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Dalam stroma tertanam sejumlah grana, masing-masing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung bermembran, pipih dan diskoid (seperti cakram). Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang bergantung pada cahaya. Grana biasanya terkait dengan lamela intergrana yang bebas pigmen.
Struktur Kloroplas Kloroplas terdiri atas dua bagian besar, yaitu bagian amplop dan bagian dalam.Bagian amplop kloroplas terdiri dari membran luar yang bersifat sangat permeabel, membran dalam yang bersifat permeabel serta merupakan tempat protein transpor melekat, dan ruang antar membran yang terletak di antara membran luar dan membran dalam. Bagian dalam kloroplas mengandung DNA , RNAs, ribosom, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), dan granum. Granum terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi terang) dan ruang tilakoid (ruang di antara membran tilakoid). Pada tanaman C3, kloroplas terletak pada sel mesofil. Contoh tanaman C3 adalah padi (Oryza sativa), gandum (Triticum aestivum), kacang kedelai (Glycine max), dan kentang (Solanum tuberosum). Pada tanaman C4, kloroplas terletak pada sel mesofil dan bundle sheath cell. Contoh tanaman C4 adalah jagung (Zea mays) dan tebu (Saccharum officinarum).


Genom Kloroplas Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Genom kloroplas terdiri dari 121 024 pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom. Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas.
H. PLASTIDA
Plastida adalah organel pada sel tumbuhan (dalam arti luas, Viridoplantae). Organel ini paling dikenal dalam bentuknya yang paling umum, kloroplas, sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Pada kenyataannya, plastida dikenal dalam berbagai bentuk:
• proplastida, bentuk belum "dewasa"
• leukoplas, bentuk dewasa tanpa mengandung pigmen, ditemukan terutama di akar
• kloroplas, bentuk aktif yang mengandung pigmen klorofil, ditemukan pada daun, bunga, dan bagian-bagian berwarna hijau lainnya
• kromoplas, bentuk aktif yang mengandung pigmen karotena, ditemukan terutama pada bunga dan bagian lain berwarna jingga
• amiloplas, bentuk semi-aktif yang mengandung butir-butir tepung, ditemukan pada bagian tumbuhan yang menyimpan cadangan energi dalam bentuk tepung, seperti akar, rimpang, dan batang (umbi) serta biji.
• elaioplas, bentuk semi-aktif yang mengandung tetes-tetes minyak/lemak pada beberapa jaringan penyimpan minyak, seperti endospermium (pada biji)
• etioplas, bentuk semi-aktif yang merupakan bentuk adaptasi kloroplas terhadap lingkungan kurang cahaya; etioplas dapat segera aktif dengan membentuk klorofil hanya dalam beberapa jam, begitu mendapat cukup pencahayaan.
Plastida adalah organel vital pada tumbuhan. Fungsinya adalah sebagai tempat fotosintesis, sintesis asam-asam lemak, serta beberapa fungsi sehari-hari sel.
Secara evolusi plastida dianggap sebagai prokariota yang bersimbiosis ke dalam sel eukariota dan kemudian kehilangan sifat otonomi penuhnya. Teori endosimbiosis ini mirip dengan yang terjadi terhadap mitokondria namun introduksi plastida dianggap terjadi lebih kemudian.

I. PEROKSISOM
Peroksisom (bahasa Inggris: peroxysome) adalah organel yang terbungkus oleh membran tunggal dari lipid dwilapis yang mengandung protein pencerap (reseptor). Peroksisom tidak memiliki genom dan mengandung sekitar 50 enzim, seperti katalase dan ureat oksidase yang mengkristal di pusatnya. Peroksisom ditemukan pada semua sel eukariota.
Peroksisom dianggap sebagai organel primitif yang melakukan semua metabolisme oksigen di dalam sel eukariota tipe awal. Produksi oksigen oleh bakteri fotosintetik akan terakumulasi di atmosfer. Hal ini menyebabkan oksigen menjadi toksik bagi sebagian sel. Peroksisom berperan menurunkan oksigen dalam sel dan melakukan reaksi oksidatif. Berkembangnya mitokondria mengambil alih sebagian besar fungsi oksidatif tersebut dan membuat peroksisom kurang terpakai. Yang tersisa pada era modern sekarang hanya fungsi penting yang tidak dapat dilakukan mitokondria.
Pada tumbuhan terdapat dua macam peroksisom sedangkan pada hewan terdapat satu macam peroksisom.
Salah satu fungsi penting biosintetik dari peroksisom hewan adalah untuk mengkatalisis reaksi pertama dari pembentukan plasmalogen. Plasmalogen merupakan jenis phospolipid terbanyak pada myelin. Kekurangan plasmalogen ini menyebabkan myelin pada sel saraf menjadi abnormal, karena itulah kerusakan peroksisom berujung pada kerusakan saraf.
Peroksisom juga sangat penting dalam tumbuhan. Terdapat dua jenis peroksisom sudah yang diteliti secara ekstensif. Tipe pertama terdapat pada daun, yang berfungsi untuk mengkatalisis produk sampingan dari reaksi pengikatan CO2 pada karbohidrat, yang disebut fotorespirasi. Reaksi ini disebut fotorespirasi karena menggunakan O2 dan melepaskan CO2. Tipe peroksisom lainnya, terdapat dalam biji yang sedang berkecambah. Peroksisom kedua ini, dinamakan glioksisom, mempunyai fungsi penting dalam pemecahan asam lemak, yang tersimpan dalam lemak biji, menjadi gula yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman muda. Proses pengubahan lemak menjadi gula ini dilakukan dengan rangkaian reaksi yang disebut siklus glioksilat.
Dalam siklus glioksilat, dua molekul asetil-KoA dihasilkan dari pemecahan asam lemak, selanjutnya digunakan untuk membuat asam suksinat. Selanjutnya asam suksinat ini meninggalkan peroksisom dan akan diubah menjadi glukosa. Siklus glioksilat ini tidak terjadi pada sel hewan. Hal ini menyebabkan sel hewan tidak dapat mengubah asam lemak menjadi karbohidrat.

Gbr. Penampang Peroksisom (Salah satu Badan mikro)






J. INTI ( NUKLEUS )

Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
Nukleus adalah organel pertama yang ditemukan, yang pertama kali dideskripsikan oleh Franz Bauer pada 1802 dan dijabarkan lebih terperinci oleh ahli botani Skotlandia, Robert Brown, pada tahun 1831. Pada satu sel umumnya ditemukan hanya satu nukleus. Namun demikian, beberapa jaringan tertentu, atau beberapa spesies tertentu memiliki lebih daripada satu nukleus. Inti-inti dalam sel multinuklei ini dapat memiliki peran yang saling mengganti atau saling mengkhususkan diri. Pada Paramecium, terdapat dua inti sel: makronukleus (inti besar) dan mikronukleus (inti kecil). Makronukleus menjamin keberlangsungan hidup, sedangkan mikronukleus bertanggung jawab terhadap reproduksi.
Elemen struktural utama nukleus adalah membran inti, suatu membran ganda fosfolipid yang membungkus keseluruhan organel dan memisahkan bagian inti dengan sitoplasma sel, serta lamina inti, suatu struktur dalam nukleus yang memberi dukungan mekanis seperti sitoskeleton yang menyokong sel secara keseluruhan. Secara garis besar, membran inti terdiri atas tiga bagian, yaitu membran luar, ruang perinuklear, dan membran dalam. Membran luar dari nukleus berkesinambungan dengan retikulum endoplasma (RE) kasar yanh bertaburan dengan ribosom. Sifat membran inti yang tak permeabel terhadap sebagian besar molekul membuat nukleus memerlukan pori inti agar molekul dapat bergerak melintasi membran. Pori nukleus bagaikan terowongan yang terletak pada membran nukleus yang berfungsi menghubungkan nukleoplasma dengan sitosol. Fungsi utama dari pori nukleus adalah untuk sarana pertukaran molekul antara nukleus dengan sitoplasma. Molekul yang keluar, kebanyakan mRNA, digunakan untuk sintesis protein. Pori nukleus tersusun atas 4 subunit, yaitu subunit kolom, subunit anular, subunit lumenal, dan subunit ring. Subunit kolom berfungsi dalam pembentukan dinding pori nukleus, subunit anular berguna untuk membentuk spoke yang mengarah menuju tengah dari pori nukleus, subunit lumenal mengandung protein transmembran yang menempelkan kompleks pori nukleus pada membran nukleus, sedangkan subunit ring berfungsi untuk membentuk permukaan sitosolik (berhadapan dengan sitoplasma) dan nuklear (berhadapan dengan nukleoplasma) dari kompleks pori nukleus.
Meskipun bagian dalam nukleus tidak mengandung badan yang dibatasi oleh membran, isi nukleus tidak seragam dan memiliki beberapa badan subnukleus yang terbentuk dari protein-protein unik, molekul RNA, serta gugus DNA. Contoh utama dari badan subnukleus adalah nukleolus, yang terutama terlibat dalam pembentukan ribosom. Setelah diproduksi oleh nukleolus, ribosom diekspor ke sitoplasma untuk menjalankan fungsi translasi mRNA.

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANatomi tUMbuhaN

“Batang Anomali”
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum anatomi tumbuhan





Disusun oleh :
Kelompok 10

Vini Nuradiani (095040083)
Rima Siti Maulidya (095040101)
Nita Mustika (095040113)
Leni Lisna G (095040114)
Mia Helmiani (095040116)
Titaricana (095040117)

Kelas : B



PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
2009-2010
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM ANATOMI TUMBUHAN
1. Hari : Sabtu, 17 April 2010
Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNPAS
Waktu : 12.30-15.00

2. Judul : Organologi Tumbuhan “ Batang ”

3. Tujuan Praktikum : 1. Membedakan struktur batang dikotil dan monokotil
2. Membedakan struktur batang anomali dan batang normal
3. Mengidentifikasi struktur anomali pada batang
4. mengetahui ciri-ciri anomali

4. Landasan teori :
Semua bagian tubuh tumbuhan yang secara langsung ataupun tidak langsung berguna untuk menegakkan kehidupan tumbuhan, yaitu terutama berguna untuk penyerapan, pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat-zat makanan, yang dinamakan alat hara ( daun, batang, dan akar ).
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
Sebagian besar tumbuhan mempunyai struktur stele yang normal, tetapi berbagai tumbuhan mempunyai struktur yang aneh. Struktur yang aneh ini ada banyak ragamnya. Struktur aneh pada batang ini disebut anomali. Anomali adalah umum pada tumbuhan Angiospermae.
Istilah anomali di sini salah satunya dipakai untuk menunjukan perilaku kambium pembuluh yang tidak biasa atau tidak sama dengan yang umum terjadi pada Coniferae dan pohon berkayu yang telah dikenal hingga saat ini. Sebab itu, disebut pertumbuhan sekunder yang tidak biasa atau termasuk anomali. Bentuk pertumbuhan sekunder anomali berbeda-beda dan terlihat adanya tahapan dengan bentuk normal. Kadang- kadang kambium berada pada posisi normal, namun perilakunya berbeda dari normal. Bila dalam sayatan melintang batang tampak bahwa kambium menghasilkan lebih banyak xilem daripada floem di beberapa tempat tertentu, sedangkan di tempat lain dibentuk lebih banyak floem daripada xilem, akan diperoleh gambaran seperti pada Passiflora glandulosa. pada tumbuhan tertentu seperti Aristolochia terdapat berkas kambium yang hanya membentuk parenkim seperti jari-jari empulur, jumlah berkas ini bertambah dengan meningkatnya keliling kambium.
Berdasarkan susunan floem dan xylemnya, dalam ikatan pembuluh dapat dibedakan:
a. Ikatan pembuluh kolateral : di sebelah luar xylem yang terbentuk secara “exarch”, terdapat berkas floem yang mendewasa dari luar ke dalam.
b. Ikatan pembuluh bikolateral : selain berkas floem di sebelah luar xylem terdapat pula berkas floem di sebelah dalam.
c. Ikatan pembuluh radial : letak kelompok protoxylem berdampingan dengan protofloem dalam suatu lingkaran. Terdapat pada akar.
d. Ikatan pembuluh konsentris : xylem dikelilingi oleh floem seperti terdapat pada Pteridophyta.
e. Ikatan pembuluh amfivasal : floem di tengah dikelilingi xylem seperti pada beberapa Liliofloraceae yang memiliki riap tebel sekunder.
1) Stuktur Primer
Struktur sekunder (struktur batang setelah riap tebal sekunder). Pada Gymnospermae dan tumbuhan dikotil dibentuk tambahan jaringan pembuluh yang berasal dari kambium pembuluh, dan periderm yang berasal dari felogen kedua jaringan itu juga disebut jaringan sekunder.
Pertumbuhan jaringan baru menimbulkan tekanan-tekanan terhadap sel-sel sekitarnya terutama pada jaringan yang terdapat di luar periderm yang bisa mengalami kerusakan dahulu sebelum tanggal sam sekali. Dengan demikian terjadilah elimenasi jaringan primer. Kerusakan bisa pula terjadi lebih dulu yakni pada waktu jaringan dipengaruhi tekanan-tekanan yang berhubungan dengan pemanjangan batang.
Kambium pembuluh terdiri atas pemula fusiform (fusiform initial) yang membentuk sel-sel floem dan xylem berarah vertikal dan pemula jari-jari empulur (ray initial) yang membentuk sel-sel jari-jari empulur dalam jaringan pembuluh.
Seringkali dibedakan antara kambium fasikuler dan kambium interfasikuler. Pada beberapa tumbuhan basah kambium interfasikuler hanya membentuk parenkim. Pada tumbuhan lain dibentuk jaringan pembuluh sekunder yang bersambungan dengan hasil-hasil kambium fasikuler sehingga terjadilah silinder jaringan pembuluh. Pada monokotil umumnya tidak terdapat kambium pembuluh. Akan tetapi pada beberapa Liliaceae dan beberapa anggota familia lain terdapat jaringan meristematik di luar daerah jaringan pembuluh primer yang menghasilkan jaringan pembuluh berupa ikatan-ikatan pembuluh beserta parenkim diantaranya. Jaringan meristem tersebut juga dianggap sebagai “kambium pembuluh” yang menghasilkan ikatan pembuluh sekunder dan parenkim, jadi lainlah kelakuannya di bandingkan dengan kambium pembuluh pada dikotil.
Felogen akan membentuk periderm dan tidak perlu terbatas pada satu lapisan saja. Bila terjadi beberapa lapisan periderm, maka keseluruhan periderm pada tumbuhan disebut ‘rhytodome’.
Batang Dikotil Berkayu
Pada kebanyakan dikotil berkayu yakni pohon-pohon umumnya bagian interfasikulersangat sempit sehingga seakan-akan terdapat silinder jaringan pembuluh yang kontinu.
Pada batang berumur satu tahun biasanya dapat dibedakan dari luar ke dalam: epidermis, satu lapisan sel parenkim, kolenkim beberapa lapis, korteks selebihnya yang terdiri atas klorenkim, seludang pati (strach sheath). Pada protofloem terbentuk serat-serat floem yang lebih jelas tampak setelah dewasa dan dapat digunakan sebagai tanda batas bagian luar daripada protofloem. Empulur terdiri atas parenkim. Di sini terbentuk saluran-saluran lendir seperti halnya juga pada parenkim korteks.
Pertumbuhan silinder pembuluh bisa terjadi karena perluasan lateral dari daerah-daerah interfasikuler serta pembesaran sel-sel parenkim xylem yang terdapat dalam deretan-deretan radial. Sel-sel empulur di tepi silinder pusat memiliki diameter lebih kecil daripada sel yang berada di tengah, dinding lebih tebal dan lebih banyak mengandung benda-benda yang bersifat tanin. Lapisan sel semacam itu juga dinamakan seludang medula (medullary sheath).
Xylem primer dapat dibedakan dari xylem sekunder dengan melihat kerapatan (density) sel. Kerapatan xylem sekunder melebihi kerapatam metaxylem. Pada batang yang lebih tua, jaringan pembuluh merupakan silinder yang yang kontinu, dan xylem primer merupakan bagian kecil saja dari silinder xylem. Pada floem terlihat pita-pita (bands) serat yang bergantian dengan pita yang terdiri atas elemen-elemen floem lainnya (pembuluh tapis, parenkim,dsb). Pita-pita tersebut tidak kontinu. Selain itu tampak pula perluasan lateral atau dilatasi kebanyakan jari-jari empulur. Kadang-kadang terdapat drus di dalam sel jari-jari empulur yang telah berdilatasi.

5. Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Mikroskop cahaya 1. Sri rejeki
2. Objek & cover glass 2. Mirabilis
3. Pipet tetes 3. Bougenvillea
4. Gelas kimia 4. Bayam
5. Silet 5. Markisa
6. Aquades

6. Cara kerja

1. Sri rejeki
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Membuat sayatan melintang batang sri rejeki setipis mungkin, kemudian meletakan hasil sayatan di atas objek glass, di tetesi dengan air, setelah itu tutup dengan cover glass.
c. Mengamati di bawah mikroskop dan menggambar, mengidentifikasi hasil pengamatan.


2. Mirabilis
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Membuat sayatan melintang batang mirabilis setipis mungkin, kemudian meletakan hasil sayatan di atas objek glass, di tetesi dengan air, setelah itu tutup dengan cover glass.
c. Mengamati di bawah mikroskop dan menggambar, mengidentifikasi hasil pengamatan.

3. Bougenvillea
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Membuat sayatan melintang batang bougenvillea setipis mungkin, kemudian meletakan hasil sayatan di atas objek glass, di tetesi dengan air, setelah itu tutup dengan cover glass.
c. Mengamati di bawah mikroskop dan menggambar, mengidentifikasi hasil pengamatan
4. Bayam
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Langsung mengamati preparat awetan bayam di bawah mikroskop
c. Menggambar dan mengidentifikasi hasil pengamatan
5. Markisa
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Membuat sayatan melintang batang markisa setipis mungkin, kemudian meletakan hasil sayatan di atas objek glass, di tetesi dengan air, setelah itu tutup dengan cover glass.
c. Mengamati di bawah mikroskop dan menggambar, mengidentifikasi hasil pengamatan


7. Hasil pengamatan




8. Pembahasan

Kegiatan 1
Mengidentifikasi bagian-bagian sel pada bahan praktikum kali ini dapat di lampirkan pada hasil pengamatan.
Kegiatan 2
1. Jelaskan apa arti anomali?
Anomali adalah struktur aneh pada batang dan perilaku kambium pembuluh yang tidak biasa pada umumnya.
2. Pada batang bagian manakah yang sering mengalami anomali?
3. Pada beberapa jenis tanaman dikotil susunan berkas pengangkutnya tersebar sampai ke bagian tengah batang, apakah keadaan tersebut dapat dikategorikan sebagai anomali? Jelaskan!

Kagiatan 3
1. Adakah berkas pembuluh angkut pada pada bagian tengah batang amaranthus, mirabilis, bougainvilea, sri rejeki, markisa?
Ada. Berkas pembuluh angkut terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium. Pada dikotil berkas pembuluh terlihat lebih teratur sedangkan pada monokotil terlihat tidak teratur.

2. Adakah struktur anomali pada penampang melintang batang amaranthus, mirabilis, bouganvilea, sri rejeki, markisa?
Ada, terjadi pertumbuhan sekunder yang tidak biasa atau anomali pada batang tanaman. Adanya kambium pada batang monokotil dan kambium tersebar di daerah yang tak lazim.

3. Bila terdapat anomali, apakah penyebabnya?
Penyebab dari anomali adalah aktifitas abnormal dari kambium yang tidak tepat dan perutumbuhan sekundernya tidak teratur atau tidak seperti biasanya.
• Batang dikotil



• Batang monokotil

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
1. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

2. Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).
Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
1. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
3. Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
4. Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
5. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
6. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda
Jika aktivitas kambium berkurang dibeberapa tempat tertentu akan terbentuk batang beralur permukaan. Batang seperti ini sering terbagi-bagi. Perilaku kambium pembuluh yang tidak biasa atau tidak sama dengan yang umum menyebabkan anomali pada batang tersebut.
Pertumbuhan sekunder yang mengalami anomali pada tumbuhan dikotil, :
1) Posisi anomal kambium
Pada waktu batang masih muda, kamnium dipisahkan dalam lekukan atau rigi, hingga terbentuk batang yang berbenjol-benjol. Dan terjadi pemisahan batang terdiri dari berkas-berkas yang terletak bersama-sama. Pada prenkim dalam floem dan xilemmenjadi lebih banyak jumlahnya.
2) Kelakuan abnormal pada kambium normal
Kambium normal melepas sel-sel beberapa tempat secara teratur dan pada tempat-tempat tertentu membentuk lebih baynak xilem daripada floem, dan di tempat lain lebih banyak floem dari pada xilem, maka terbentuk xilem yang beralur. Terbentuknya xilem yang terpotong-potong karena disebabkan oleh kelakuan abnormal kambium.
3) Pembentukan dan aktivitas kambium asesoris
Sebagai akibat pembentukan kambium asesoris serta aktivitasnya adalah terbentunya lingkaran konsentris berkas pengangkut jaringan konjuktif.
4) Adanya kambium ekstratelar
Adanya kambium ekstratelar menyebabkan timbulnya berkas pengangkutnya dan parenkim interfasikuler yang membentuk sel-sel ke arah dalam.
5) Adanya floem inter xilar
Floem inter xilar merupakan floem di tengah-tengah xilem
Tak adanya trakea pada xilem merupakan sel yang paling penting karena trakea yang ada di dalam xilem ini merupakan fungsi yang sangat penting untuk mengangkut air dan sedikit banyak fungsi sebagai sel penunjang. Adanya berkas pengangkut tersebar pada tumbuhan dikotil dan berkas floem, xilem yang ekslusif (menyendiri).
Hasil dari identifikasi adalah :
 Sri Rejeki
Sri Rejeki merupakan tanaman monokotil yang memiliki epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Namun setelah di teliti ternyata memiliki kambium
 Mirabilis

Mirabilis merupakan tanaman dikotil yang memiliki lapisan-lapisan dari luar kedalam, yaitu:
a. Epidermis
b. korteks
c. endodermis
Mirabilis mengalami anomali, yaitu pertumbuhan sekunder pada batang yang menyebabkan adanya kambium ekstratelar menyebabkan timbulnya berkas pengangkut dan parenkim interfasikuler yang membentuk sel-sel ke arah dalam.
 Bougainvillea
Bougenvillea merupakan tanaman dikotil. Pada batang tanaman ini mengalami anomali karena adanya kambium ekstratelar menyebabkan timbulnya berkas pengangkut dan parenkim intrafasikuler (berkas pengangkut tersebar ditengah).
 Bayam


Pada bayam terdapat anomali yaitu pertumbuhan sekunder pada batang yang menyebabkan adanya kambium ekstratelar menyebabkan timbulnya berkas pengangkut dan parenkim interfasikuler yang membentuk sel-sel ke arah dalam.
 Markisa
Pada serjania terjadi pemisahan batang, yang terdiri atas berkas-berkas yang terletak bersama-sama terjadi karena abnormal kambium. Dan pertama-tama pada kambium tampak sebagai berkas pembuluh atau hanya satu berkas pembuluh. Pada masa lebih tua serta pembentukan periderm, batang bisa terbagi menjadi beberapa bagian. Parenkim dalam xilem dan floem menjadi lebih banyak.



9. Kesimpulan
Jadi berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, dapat ditarik kesimpulan :
- Anomali adalah kelainan atau struktur aneh pada batang yaitu, perilaku kambium pembuluh yang tidak biasa atau tidak sama dengan yang umumnya terjadi.
- Ciri-ciri anomali adalah terjadinya pertumbuhan sekunder yang tidak merata, aktifitas abnormal dari kambium, floem lebih banyak dari pada xilem, kambium dipisahkan dalam lekukan atau rigi, xilem terpotong-potong, terbentuk lingkaran konsentrik, adanya parenkim interfasikuler yang membentuk sel-sel kearah dalam.
- batang tersusun dari tiga daerah pokok yaitu epidermis, korteks, dan stele.
- Berkas pengankut terdiri dari floem dan xylem.
- Pada batang normal monokotil tidak terdapat kambium





























DAFTAR PUSTAKA

Cartono, Yusuf Ibrahim, Setiono. 2007. Penuntun Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung: Prisma Press.
Cartono,Yusuf Ibrahim. 2008. Anatomi Tumbuhan. Bandung: Prisma Press.
D. A Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suharno, S Bambang. 2006. Biologi Untuk SMA. Jakarta: Erlangga.
Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar Biologi. Cet.-1. Bandung: Grafindo Media Pratama

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ILmu Gizi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Masalah gizi masih cukup rawan dibeberapa wilayah Indonesia, terutama di wilayah pemukiman kumuh daerah perkotaan, wilayah yang sering dilanda musim kering. Di mana kondisi masyarakat tersebut banyak yang kekurangan gizi, banyak nalita yang terkena gizi buruk. Gizi buruk atau gizi kurang sering terjadi karena makanan yang tidak seimbang. Contoh kecilnya yaitu bagi sebagian orang, makan merupakan kegiatan menyenangkan. Namun di balik itu, ketika menikmatinya, apakah berkualitas nilai gizinya? Percuma saja jika penampilan, aroma, dan cita rasanya baik, tapi gizinya rendah. Padahal, tubuh kita sangat mengandalkan manfaat yang dimiliki zat gizi dari makanan tersebut. Alasannya, tubuh tidak dapat memproduksi beberapa jenis zat gizi. Jadi, zat yang ada di dalam makanan, menjadi penting bagi kesehatan kita.

Oleh sebab itu, selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah “ Ilmu Gizi “ ini, penulis akan menjelaskan bagaimana asupan makanan dengan berbagai zat gizi itu seimbang. Karena akibat dari kekurangan / kelebihan gizi tersebut akan menimbulkan berbagai penyakit seperti maramus, obesitas, dan lain- lain.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a) Apakah yang dimaksud zat makanan ?
b) Apakah yang dimaksud zat gizi dan apa saja yang tergolong dari macam-macam zat gizi tersebut ?
c) Apa yang dimaksud dengan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan contohnya ?
d) Bagaimana fungsi makanan bagi tubuh ?
e) Bagaimanakah pengelompokan bahan makanan?
f) Bagaimana akibat dari kekurangan / kelebihan zat gizi ?

1.3 TUJUAN PENULISAN
 Agar mahasiswa dan pembaca mengerti tentang pentingnya berbagai zat makanan bagi tubuh kita
 Mengemukakan persoalan zat makanan dan zat gizi bagi tubuh
 Menjelaskan akibat dan kekurangan / kelebihan zat makanan dan zat gizi
BAB II
PEMBAHASAN
Bahan makanan disebut juga sumber makanan, dalam proses pencernaan makanan sumber/ bahan makanan akan mengalami perombakan sehingga akan dihasilkan zat makanan (nutrien ). Jadi apa saja yang kita makan disebut bahan / sumber makanan, dan hasil pencernaan dari sumber/ zat makanan akan menjadi zat Makanan / nutrien.
Beberapa macam zat makanan terdiri atas Protein makanan yang mengandung unsur ini berperan penting didalam membangun sel jaringan tubuh, kemudian karbohidrat dan lemak unsur yang berguna untuk memberi tenaga sehingga kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari.Vitamin dan Mineral juga sangat penting bagi tubuh, unsur ini berperan dalam pengatur pekerjaan jaringan tubuh.
Ketika tubuh akan melakukan pencernaan, makanan dipecah menjadi berbagai macam zat gizi yang mudah diserap ke dalam aliran darah. Kemudian, langsung diedarkan ke seluruh sel tubuh. Tapi,jika lebih dari 40 jenis zat gizi di dalam makanan, dikelompokkan menjadi 6 kelompok dengan fungsi yang unik dan spesifik.
1. Karbohidrat.
Di dalam tubuh kita, zat gizi ini adalah sumber utama energi bagi tubuh. Karbohidrat, dapat kita jumpai pada beras, jagung, kentang, dan ubi. Senyawa penyusun karbohidrat adalah glukosa( gula). Ada dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks (zat tepung) dan gula yang dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Namun, ada juga karbohidrat lainnya yang terdapat pada serat. Tapi, serat tidak termasuk zat gizi, karena tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Meskipun, serat sangat membantu pencernaan dan memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit.
2. Lemak
Kebutuhan lemak untuk orang dewasa adalah 0,5 – 1 gram/kg.BB/hari.
Lemak digolongkan menjadi 2 yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh . Asam lemak jenuh dapat disintesis sendiri dalam tubuh, memiliki wujud padat. Sumber makanan yang mengandung lemak jenuh terdapat pada lemak hewani , mentega, asam stearat dan paimitat.Lemak tak jenuh berwujud cair dan banyak ditemukan pada lemak nabati, misalnya minyak jagung , minyak kelapa , minyak sayur dll.
Tubuh kita tentunya tidak dapat membuat semua jenis asam lemak yang diperlukan. Meskipun begitu, asam lemak dapat diperoleh dari makanan yang kita konsumsi. Lemak selain berfungsi untuk menghasilkan energi, juga alat transportasi zat gizi lain dan bagian dari berbagai sel tubuh.
Lemak digolongkan menjadi 2 yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh . Asam lemak jenuh dapat disintesis sendiri dalam tubuh, memiliki wujud padat. Sumber makanan yang mengandung lemak jenuh terdapat pada lemak hewani , mentega, asam stearat dan paimitat.Lemak tak jenuh berujud cair dan banyak ditemukan pada lemak nabati, misalnya minyak jagung , minyak kelapa , minya sayur dll.
3. Protein
Mengandung asam amino (essensial dan non essensial). Asam Amino Essensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, jadi harus didatangkan dari luar ada 8 asam amino esensial yaitu isoLeusin, Leusin, treonin, triptofan , valin, Lisin, Metionin, dan Fenilalanin. Sedangkan asam amino esensial merupakan asam amino yang dapat di produksi sendiri oleh tubuh Manusia. Kandungan setiap 1 gram karbohidrat akan menghasilkan 4,1 kalori. Kebutuhan protein untuk orang dewasa adalah 1 gram/kg.BB/hari. Jika kebutuhan tersebut berlebih, maka kelebihannya akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urea . Iinilah yang disebut Nitrogen Balans.
sumber protein dapat dijumpai pada protein hewani misalnya pada makanan ikan, daging dan telur sedangkan Protein Nabati terdapat pada tumbuh-tumbuhan yakni tahu, tempe dan kacang-kacangan. Protein berfungsi dalam membangun, memperbaiki, dan mempertahankan jaringan tubuh.

4. Vitamin
Setiap jenis vitamin yang masuk ke dalam tubuh, tentunya akan mengatur sendiri dengan proses yang berbeda. Karena perannya yang aman spesifik, setiap jenis vitamin tidak dapat menggantikan fungsi vitamin yang lain. Sebab, fungsi vitamin adalah pemicu berbagai proses dalam tubuh, yang mengawali terjadinya reaksi kimia di dalam sel-sel tubuh.
Kekurangan vitamin dapat menyebabkan Penyakit Defisiensi.Vitamin di klasifikan menjadi 2 golongan, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.
Vitamin Yang Larut Dalam Air (Water Soluble Vitamins)
B1 (Aneurin /Thiamin) Untuk mempengaruhi absorbsi lemak dalam usus. Defisiensinya menyebabkan Beri-Beri dan Neuritis.
B2 (Riboflavin /Laktoflavin) Transmisi rangsang sinar ke mata. Defisiensinya akan mengakibatkan Katarak, Keilosis. Asam Nikotin (Niasin) Proses pertumbuhan, perbanyakan sel dan anti pelagra. Defisiensi akan menyebabkan Pelagra dengan gejala 3 D: Dermatitis, Diare, Dimensia.
B6 (Piridoksin / Adermin) Untuk pergerakan peristaltik usus. Defisiensi akanmenyebabkan Kontipasi (Sembelit). Asam Pantotenat Defisiensi akan menyebabkan Dermatitis.
PABA (Para Amino Asam Benzoat) Untuk mencegah timbulnya uban
Kolin Defisiensi akan menimbulkan timbunan lemak pada hati.
Biotin (Vitamin H) Defisiensi akan menimbulkan gangguan kulit
Asam Folat Defisiensi akan menimbulkan Anemia defisiensi asam folat.
B12 (Sianokobalamin) Defisiensi akan menimbulkan Anemia Pernisiosa
Vitamin C (Asam Askorbinat) Berfungsi dalam pembentukan sel, pembuatan trombosit. Defisiensi akan menimbulkan pendarahan gusi, karies gigi, pendarahan di bawah kulit. Pada jeruk selain vitamin C ditemukan pula zat Sitrin dan Rutin yang mampu menghentikan pendarahan. Zat tersebut ditemukan olelj Sant-Gyorgi disebut pula Vitamin P.
Vitamin Yang Larut Dalam Lemak (Lipid Soluble Vitamins)
Vitamin A (Aseroftol) Berfungsi dalam pertumbuhan sel epitel, mengatur rangsang sinar pada saraf mata. Defisiensi awal akan menimbulkan gejala Hemeralopia (rabun senja) dan Frinoderma (kulit bersisik). Kemudian pada mata akan timbul Bercak Bitot setelah itu mata akan mengering (Xeroftalmia) akhirnya mata akan hancur (Keratomalasi).
Vitamin D Mengatur kadar kapur dan fosfor, (Kalsiferol = Ergosterol) memperlancar proses Osifikasi. Defisiensi akan menimbulkan Rakhitis. Ditemukan oleh McCollum, Hesz dan Sherman.
Vitamin E (Tokoferol) Berperan dalam meningkatkan Fertilitas.
Vitamin K (Anti Hemoragi) Ditemukan oleh Dam dan Schonheydcr. Berfungsi dalam pembentukan protrombin. Dibuat dalam kolon dengan bantuan bakteri Escherichia coli.
5. Mineral.
Fungsi mineral sama halnya dengan vitamin. Ia bekerja sebagai pemicu proses, dan memiliki pembagian tugas yang unik.
6. Air
Air dapat membantu mengatur suhu tubuh, karena berat tubuh kita terdiri atas air sebanyak 55% sampai 75%. Peranan air di dalam tubuh kita, sebagai pengatur proses pengataran zat gizi dan kimia tubuh lainnya ke dalam sel. Dan, membawa perginya limbah yang dihasilkan tubuh.

7. Garam-Garam Mineral
Kalsium (Ca) Untuk membentuk matriks tulang, membantu proses penggumpalan darah dan mempengaruhi penerimaan rangsang oleh saraf. Kebutuhannya adalah 0,8 g/hari.
Fosfor (P) Untuk membentuk matriks tulang, diperlukan dalam pembelahan sel, pada pengurutan otot, metabolisme zat. Kebutuhannya adalah 1 mg/hari.
Besi (Fe) Merupakan komponen penting sitokrom (enzim pernafasan), komponen penyusun Hemoglobin. Kebutuhannya adalah 15 – 30 mg/hari.
Fluor (F) Untuk menguatkan geligi.
lodium (I) Komponen penting dalam hormon pertumbuhan (Tiroksin), kekurangan unsur tersebut dapat terjadi sebelum atau sesudah pertumbuhan berhenti
(NaCl) Untuk pembentukan asam klorida (HCl). Kebutuhannya adalah 1 g/hari.
Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi.
Satu janis zat gizi tertentu kemungkinan terkadung/ terdapat pada jenis bahan pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi tersebut tidak terdapat pada bahan pangan yang lain. Untuk satu jenis zat gizi tertentu, mungkin saja banyak terkandung pada satu jenis makanan, namun bisa saja tidak terdapat sama sekali pada makanan yang lainnya. Selain itu jumlah zat gizi tertentu terdapat dalam jumlah yang banyak pada salah satu jenis makanan, namun bisa saja hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit pada makanan yang lainnya. Oleh karena itu agar tubuh tidak kekurangan salah satu zat gizi, maka manusia tidak boleh tergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan yang beragamjenisnya.
Zat gizi dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, yaitu berdasarkan fungsi, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh dan berdasarkan sumbernya.
1. Berdasarkan fungsi
Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.
a. Zat gizi sebagai sumber energi
Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh. Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.
Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.
b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh
Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.
c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh
Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik.
Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.
2. Berdasarkan jumlah
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:
a. Zat gizi makro
Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan protein.
b. Zat gizi mikro
Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.
3. Berdasarkan Sumber
Berdasarkan sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu nabati dan hewani
Bahan makanan disebut juga sumber makanan, dalam proses pencernaan makanan sumber/ bahan makanan akan mengalami perombakan sehingga akan dihasilkan zat makanan (nutrien ). bahan makanan menjadi 3 kelompok utama yaitu :
1. Bahan makanan sumber tenaga berfungsi untuk beraktifitas, sebagai contoh beras,roti, kentang,danmi.
2. Bahan makanan sumber zat pembangun, berfungsi untuk pembentukan,pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh. Sebagai contoh :daging, ikan, telur.(protein hewani), tempe, tahu, (protein nabati).
3. Bahan makanan sumber zat pengatur berfung-si untuk mengatur proses metabolisme. Sebagai Contoh sayuran dan buah-buahan.
Bahan makanan disebut bahan pangan dan dalam perdagangan disebut komoditi pangan ialah apa yang kita produksi atau perdagangkan, misalnya daging, sayur, buah dsb. Yang dibeli, diolah dan disusun menjadi hidangan ialah bahan makanan dan bukan zat makanan.
Dalam hidangan Indonesia, berbagai jenis bahan makanan dapat dikelompokkan menjadi :
1. Bahan makanan pokok Dianggap terpenting karena mempunyai kwantum terbesar diantara bahan makanan yang sedang dikonsumsi dan merupakan sumber utama kalori atau energi.
2. Bahan makanan lauk-pauk Merupakan sumber utama protein didalam hidangan. Dikenal dengan protein hewani (daging, ikan, telur dsb) dan nabati (kacang-kacangan, tahu dan tempe)
3. Bahan makanan sayur dan buah-buahan Termasuk bahan nabati. Merupakan penghasil vitamin dan mineral. Sayur dan buah yang menghasilkan energi dalam jumlah cukup banyak seperti nangka muda dan sukun. Pisang, sawo dan alpukat merupakan salah satu buah yang banyak menghasilkan energi Energi didalam alpukat berasal dari lemak.
Fungsi umum dari makanan yang kita makan setiap hari :
1. Untuk memberikan atau energi pada tubuh makhluk hidup sehingga dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari.
2. Sumber pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit.
3. Sumber pembangun tubuh baik untuk pertumbuhan maupun perbaikan tubuh.
4. Sebagai sumber bahan pengganti sel-sel tua yang usang dimakan usia.

 ZAT MAKANAN
Bahan makanan diurai menjadi berbagai zat makanan atau zat gizi atau nutrient. Zat makanan inilah yang diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh.
Secara umum, fungsi zat makanan adalah :
1. Sebagai sumber energi atau tenaga Pada kondisi kekurangan gizi, fungsi sebagai penghasil energi yang mula-mula dikorbankan. Badan akan berusaha menyesuaikan diri dengan mengurangi pemakaian energi.
2. Menyokong pertumbuhan badan Yaitu dengan pembentukan sel baru. Pada pertumbuhan, dibentuk sel-sel baru yang ditambahkan pada sel-sel yang telah ada, sedangkan pada pemeliharaan jaringan dibentuk sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel lama yang telah rusak.
3. Memelihara jaringan tubuh, mengganti yang rusak atau aus terpakai Berjalan seiring dengan fungsi pertumbuhan, tetapi setelah fungsi pertumbuhan selesai, fungsi pemeliharaan jaringan berjalan terus sampai meninggal.
4. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan, misalnya keseimbangan air, keseimbangan asam basa dan keseimbangan mineral didalam cairan tubuh.
Mekanisme yang langsung mempengaruhi dan mengatur sintesa berbagai ikatan organic didalam tubuh, pengaturannya melalui system enzim. Pada dasarnya enzim-enzim ini diatur oleh system hormonal dan system saraf. Pengaturan ini memerlukan zat gizi sebagai bahan dasar. Protein dan mineral mengatur juga keseimbangan air dan mineral didalam cairan tubuh. Aliran cairan tubuh antara pembuluh darah rambut dan jaringan diatur oleh selisih tekanan osmotic dan tekanan hidrostatik.
Pada defisiensi protein, pengaturan aliran cairan tubuh menderita hambatan sehingga terjadi stagnasi cairan tubuh didalam jaringan yang disebut Oedema.
5. Berperan didalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit, misalnya antitoksi dan antibody Mekanisme pertahanan tubuh juga dipengaruhi oleh kondisi zat gizi. Terdiri atas system seluler dan system humoral. System selular dilaksanakan oleh sel-sel seperti leukocyte dan RES. Sedangkan system pertahanan humoral dilakukan oleh antibody yang terbentuk dari protein.
Penggolongan lain dari bahan makanan berdasarkan fungsi dari zat gizinya :
a. Zat gizi penghasil energi, yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Sebagian besar dihasilkan oleh bahan makanan pokok
b. Zat gizi pembangun sel, terutama diduduki oleh protein, sehingga bahan pangan ini tergolong dalam bahan makanan sumber zat pembangun
c. Zat gizi pengatur, terdiri dari vitamin dan mineral. Yang termasuk didalamnya adalah sayur dan buah sebagai bahan makanan sumber zat gizi pengatur.
Zat Gizi Pada Makanan
Zat gizi / nutrients dapat dikelompokkan dalam dua bagian :
-Mikronutrient adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tapi penting (Vit, mineral, dan air)
-Maktonutrient adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah besar dalam tubuh yang menghasilkan energi / KHPL.

Faktor yang menentukan jumlah kebutuhan gizi
1. Umur
2. Jenis kelamin
3. Aktifitas
4. Iklim
5. Ukuran tubuh
6. Keadaan perorangan

Macam – macam akibat dari kekurangan zat gizi :
 Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan karbohidrat
1. Penyakit kurang kalori dan protein (KKP)/Protein calori malnutrition (PCM)/Protein energy malnutrition (PEM) Terjadi karena defisiensi energi dan defisiensi protein. Gejala marasmus ialah anak sangat kurus, muka berkerut seperti orang tua, kadang disamakan dengan muka monyet pada anak yang baru lahir, anak tergeletak pasif (apatis), tidak terasa jaringan lemak subkutan. Gejala kwashiorkor diantaranya anak apatis, rambut kepala halus dan jarang, bewarna kemerahan kusam, rambut mudah dicabut tanpa rasa sakit, kemungkinan ada edema, masih adanya jaringan subkutan.
2. Penyakit kegemukan (obesitas) Disebabkan karena ketidak seimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu berlebih disbanding kebutuhan atau pemakaian energi. Seseorang disebut obesitas bila BB melebihi 15% pada laki-laki dan 20% pada perempuan dari BB ideal. Beberapa penyakit yang meningkat prevalensinya pada penderita obesitas yaitu penyakit kardiovaskuler termasuk HT, DM dsb.
3. Diabetes mellitus Merupakan gangguan metabolic yang bersangkutan dengan karbohidrat glukosa. Karena glukosa tidak dapat dipergunakan untuk menghasilkan energi, maka lemak dan protein lebih banyak dipecah untuk menghasilkan energi yang diperlukan sehingga terjadi peningkatan glukoneogenesis. Peningkatan pemecahan asam lemak menghasilkan asam keton.
4. Lactose intolerance Merupakan gangguan metabolic yang mengenai disakarida laktosa. Gejala yang terjadi ialah penderita akan mengalami diare bila mendapat air susu atau produk susu. Penyakit ini diturunkan (herediter).
 Penyakit Kekurangan Gizi – rakhitis

Rakhitis merupakan penyakit kekurangan zat tulang disebabkan oleh kekurangan vitamin D, yang disebut vitamin "sinarmatahari" karena vitamin-satunya yang dapat dihasilkan oleh efek sinar matahari pada kulit. Itu adalah penyakit yang umum bagi bayi dan anak. Dampak dari penyakit ini adalah, kaki akan menjadi membungkuk oleh berat tubuh dan pergelangan tangan juga pergelangan kaki yang menebal. Semua tulang tidak memiliki cukup kalsium dan fosfor untuk pertumbuhan dan pembangunan. Kurangnya paparan sinar matahari, yang membantu untuk memproduksi vitamin D, adalah penyebab utama bagi anak-anak. Cara untuk mencegah rakhitis dan penyakit tulang lainnya seperti osteoporosis adalah kombinasi dari kalsium fosfor, dan vitamin, D.
 Penyakit Kekurangan Gizi – beriberi
Beri-beri terjadi ketika seseorang kekurangan vitamin B1tiamin. terjadi ketika pemberian ASI yang kurang berkualitas dan anak biasanya meninggal setelah bulan kelima. Pada orang dewasa gejala penyakit tersebut adalah kehilangan nafsu makan, dan perasaan kesemutan, mati rasa di kaki. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan beri-beri basah atau kering. Pada beri-beri basah terdapat akumulasi cairan di seluruh tubuh dan detak jantung yang cepat yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Sedangkan pada beri-beri kering tidak ada pembengkakan cairan, tapi ada kehilangan sensasi dan kelemahan pada kaki.
 Penyakit Kekurangan Gizi – Pellagra
Pellagra adalah penyakit yang berhubungan dengan kemiskinan. Gejala pellagra disebut adalah diare berkepanjangan. jika penyakit ini tidak diobati mungkin menyebabkan kematian. Penyakit ini dikarenakan nutrisi yang tidak memadai.

Penycegahanya dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi.
 PenyakitKekuranganGizi – Gondok
Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan zat yodium. Yodium diperlukan untuk berfungsinya kelenjar tiroid yang mengontrol tubuh basal dengan metabolisme melalui produksi dua hormon, tiroksin, dan triiodinethyronine. Tanpa jumlah yang cukup yodium dalam makanan kelenjar mulai memperbesar sel-sel dalam upaya untuk menghasilkan hormon, sehingga menghasilkan gondok, yang merupakan pembengkakan di sekitar leher.

 Kekurangan kalori protein
Penyakit pada anak-anak :
1. Kwasiokor (kekurangan protein)
Menurut jelliefe, kwasiokor: edeuma (penurunan albumin serum karena kekurangan protein), gangguan pertumbuhan, perubahan psikomotorik, nafsu makan kurang, rewel, wajah bengkak
2. Marasmus (kekurangan kalori/energi)
Cirinya : tidak dapat tumbuh, berat badan 60% dari berat normal, tampak tua seperti kera, tungkai kurus, lemak di bawah kulit tidak ada, mata tenggelam, nampak besarm apalitis, buncit, edema.
Pada orang dewasa :
Busung lapar, cirinya : badan kurus, otot tidak nampak, lemak bawah kulit kurang, apatis, lemah, perut buncit, edema
 Penyakit Kekurangan Gizi – Scurvy/kudis
Kudis adalah salah satu penyakit tertua kekurangan vitamin dicatat dan yang pertama untuk disembuhkan dengan menambahkan vitamin kemakanan. Kudisa dalah penyakit umum pelaut dari usia eksplorasi Dunia
Gejala utama dari kudis adalah pendarahan. Tanda muncul sebagai bintik-bintik perdarahan di bawah kulit atau memar, mengingat istilah medis petekiae dan ecchymoses.Gusi bengkak dan biasanya menjadi terinfeksi (gingivitis).Pendarahan dapat terjadi di selaput yang menutupi tulang besarserta dalam membran dari jantung dan otak. Luka menyembuhkan perlahan dan pendarahan di dalam atau di sekitar organ vital bisa berakibat fatal. Penyakit ini lambat untuk mengembangkan dan dimanifestasikan awal oleh kelelahan, marah, dan depresi.

 Maramus
Marasmus adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk paling sering ditemui pada balita penyebabnya antara lain karena masukan makanan yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan.
Marasmus sering dijumpai pada anak berusia 0 - 2 tahun dengan gambaran sbb: berat badan kurang dari 60% berat badan sesuai dengan usianya, suhu tubuh bisa rendah karena lapisan penahan panas hilang, dinding perut hipotonus dan kulitnya melonggar hingga hanya tampak bagai tulang terbungkus kulit, tulang rusuk tampak lebih jelas atau tulang rusuk terlihat menonjol, anak menjadi berwajah lonjong dan tampak lebih tua (old man face)), Otot-otot melemah, atropi, bentuk kulit berkeriput bersamaan dengan hilangnya lemak subkutan, perut cekung sering disertai diare kronik (terus menerus) atau susah buang air kecil.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia.
b. Zat makanan berasal dari bahan makanan yang telah mengalami proses pencernaan didalam tubuh
c. Pengelompokan zat gizi terdiri atas zat gizi penghasil energi, zat gizi pembangun sel, dan zat gizi pengatur
d. Zat gizi / nutrients dapat dikelompokkan dalam dua bagian :
-Mikronutrient adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit t api penting (Vit, mineral, dan air)
-Maktonutrient adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah besar dalam tubuh yang menghasilkan energi / KHPL.
e. - Karbohidrat merupakan sumber utama yang berada pada beras, jagung, dan lain-lain
- Lemak merupakan senyawa organic atau sekelompok senyawa nitrogen yang bahan-bahannya mengandung asam lemak baik dalam bentuk cair (OILS) atau minyak maupun bentuk padat (FATS) atau lemak.
Contoh : pada daging
- Protein adalah senyawa organik yang tersusun oleh unsur-unsur C, H, O, N.
komponen dasar protein adalah asam amino ( asam amino esensial, semisensial, dan nonesensial).
Contoh : pada telor, kacang - kacangan
- Mineral merupakan kumpulan dari berbagai zat atau ikatan dengan struktur yang berbeda-beda
- Vitamin
f. Akibat kekurangan zat gizi, diantaranya :
- Kwashior
- Gondok
- Maramus
- Kudis
- Beri – beri

2. Saran
Alhamdullah makalah kami telah selesai dengan baik dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya. Serta mohon saran dan kritiknya apabila ada kesalahan pada makalah kami.

DAFTAR PUSTAKA
WWW.GOOGLE.COM // ZAT GIZI
WWW.GOOGLE.COM // ZAT MAKANAN BAGI TUBUH
WWW.GOOGLE.COM // BERBAGAI ZAT GIZI
WWW.WIKIPEDIA.COM // KARBOHIDRAT, LEMAK, PROTEIN
MINERAL, VITAMIN
WWW.WIKIPEDIA.COM // PENYEBAB KEKURANGAN ZAT GIZI
WWW.GOOGLE.COM // MACAM-MACAM PENYAKIT
KEKURANGAN ZAT GIZI


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Gizi

Disusun oleh :
Kelompok 5

NITA MUSTIKA (095040113)
TITARICANA (095040117)
YUDI RACHMAN (095040115)
MUHAMMAD FAHMI F (095040100)
NURIHKSANUDIN (095040103)

Kelas : B

PROGRAM STUDY BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
2010

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS