Karinding yaitu alat buat mengusir hama di sawah. Suara yang dihasilkan dari getaran jarum karinding biasanya bersuara rendahlow decible. Suaranya dihasilkan dari gesekan pegangan karinding dan ujung jari yang ditepuk-tepakkan. Suara yang keluar biasanya terdengar seperti suara wereng, belalang, jangkrik, burung, dan lain-lain. Yang zaman sekarang dikenal dengan istilahultrasonik. Biar betah di sawah, cara membunyikannya menggunakan mulut sehingga resonansina menjadi musik. Sekarang karinding biasa digabungkan dengan alat musik lainnya.- cara memukul; kedua alur sembilu dipukul secara bergantian tergantung kepada ritme-ritme serta suara yang diinginkan pemain musik,
- pengolahan suara; Yaitu tangan kiri dijadikan untuk mengolah suara untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar dari bungbung (badan) celempung. Jika menghendaki suara tinggi lubang (baham) dibuka lebih besar, sedang untuk suara rendah lubang ditutup rapat-rapat Suara celempung bisa bermacam-macam tergantung kepada kepintaran si pemain musik.
Suling lubang enam juga disebut dengan sebutan suling pelog. Disebut suling pelog juga dikarenakan suling tersebut memiliki laras “pelog” suling pelog atau suling yang berlaras pelog , memiliki 6 (enam) lubang nada. Akan tetapi nada nadanya terdiri dari 7 nada yakni meliputi nada : 1 (da), 2 (mi), 3- (ni), 3 (na), 4 (ti), 5(la), 5+ (leu). Jumlah nada-nada yang terdapat dalam suling lobang enam sama persis dengan nada-nada yang terdapat dalam “ Gamelan Pelog” . oleh karena itu, suling panjang/suling lobang enam disebut juga “suling pelog”, adapun laras yang terdapat dalam suling lobang empat sekurang kurang nya terdapat 3 jenis laras, yakni : Laras Pelog, Laras Madenda, Laras Salendro. Masing masing laras memiliki teknik penjarian yang berbeda satu sama lainnya. Istilah lain dari suling lobang enam adalah “ suling tembang ” karena biasa di gunakan dalam mengiringi musik tembang Sunda ( cianjuran ). Kadang suling lobang enam ini disebut dengan istilah suling kawih, ketika dipakai untuk mengiringi lagu lagu kawih, perbedaan suling tembang dan suling kawih terletak pada fungsinya dan ukuran surupan yang dipergunakan, adapun ukuran surupan yang dipergunakan untuk mengiringi tembang sundaan (cianjuran ) adalah berkisan pada ukuran panjang 57 cm -61 cm; sedangkaan untuk suling kawih berkisar antara 50 cm- 56 cm







